6 Ribu Masyarakat NTB Telah Melaksanakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

- Kontributor

Minggu, 23 Maret 2025 - 17:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com  – Program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) instruksi dari Presiden Prabowo Subianto direspons cepat Pemerintah Provinsi NTB. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan NTB, Lalu Hamzi Fikri dalam podcast, Rabu (19/3/2025) di Mataram.

Ditegaskan dokter Fikri, program yang mulai dilaksanakan tanggal 10 Februari 2025 itu ada 177 Puskesmas dan sejumlah rumah sakit di NTB telah melayani pemeriksaan kesehatan gratis atau cek kesehatan gratis (CKG).

“Kalau kita di NTB sudah langsung action, dan posisi kita sekarang berada di warna hijau itu artinya berjalan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Katanya, program PKG atau CKG ini sangat baik bagi masyarakat. Sebab, sejak awal masyarakat telah mendeteksi penyakit melalui program CKG tersebut.

“Setau saya hal positif dan ini masuk dalam asta cita Prabowo-Gibran, dampak lain akan ada peningkatan kapasitas rumah sakit juga seperti di Kota Bima. Cek kesehatan gratis ini menurut kami sangat bermanfaat untuk masyarakat, sekarang kita bawa Indonesia sehat, NTB sehat bagaimana juga memastikan produksi orang sehat jangan sampai sakit. Kita kan di NTB juga menuju NTB emas,” tuturnya.

Bicara cek kesehatan gratis, kata dokter Fikri, program ini lebih awal menyasar masyarakat yang berulang tahun. Tapi pihaknya khawatirkan di bulan Agustus atau 31 Desember di sana biasanya banyak masyarakat berulang tahun.

‘Tapi kita di NTB sudah 6 ribu lebih masyarakat telah melaksanakan cek kesehatan gratis, kalau persentasenya 60 persen adalah wanita,” ungkapnya.

Baca Juga :  Poltekpar Lombok Siap Sukseskan MTQ XXXI NTB 2026,Sejumlah Cabang Lomba Digelar di Area Kampus

Bicara kendala, setiap program baru pastinya ada kendala dan hambatan. Khusus pelaksanaan CKG ini, yang masih jadi kendala kurangnya sosialisasi. Lebih-lebih masyarakat sekarang lebih banyak menerima informasi melalui media social.
“Kendala lain soal sarpres bahkan SDM kita, sekarang masih bisa kami layani tapi kalau pas tanggal 31 Desember kami belum tahu, semoga tidak membludak,” harapnya.

“Kami juga berharap ada tempat khusus pelayanan bagi program CKG ini,” sambungnya.
Sesuai instruksinya, program pemeriksaan kesehatan ini menyasar bayi, remaja dan lanjut usia. Bayi berusia 6 tahun, anak sekolah usia 7 sampai 17 tahun dan 18 tahun ke atas bahkan Lansia.

Menurut dia, program ini positif terutama bagi kesehatan masyarakat agar mengetahui lebih awal penyakit yang diderita. Untuk itu nantinya bisa dilakukan intervensi lebih awal. Prinsipnya yang paling penting adalah sehat lebih utama dari pada tiba-tiba jatuh sakit.

“Kalau bicara progres data mendominasi trands banyak di Pulau Lombok yang melaksanakan PKG, tapi secara umum 10 kabupaten kota di NTB telah memulai program pemerintah pusat ini,” bebernya.
Disamping itu, dokter Fikri menambahkan yang paling penting dipikirkan pemerintah saat ini adalah dampak kepada tenaga kesehatan soal insentif mereka. Jangan sampai program ini ada kendala di tengah jalan ketika insentif bagi Nakes diabaikan.

“Tapi saya dengar kabar ini sedang dibahas, karena program ini kan baru kurang lebih sebulan berjalan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rayakan Ulang Tahun ke-51,ITDC Berbagi Kebahagiaan

Tanggapan IDI Wilayah NTB
Dalam podcast yang sama, Wakil Ketua II IDI Wilayah NTB Dokter Wahyu Sulistya Affarah mengaku mendukung program PKG ini. Pada prinsipnya, IDI NTB mendukung program ini dalam rangka mengembalikan marwah Puskesmas menjadi pusat kesehatan bukan pusat kesakitan.

“Sebelumnya ada banyak program preventif dari pemerintah tetapi rupanya gaya komunikasi dengan masyarakat yang kurang familiar digunakan, yang pentingkan lebih nyata dampaknya ya salah satunya pemeriksana gratis ini,” tegas dokter Farah.

Masukan dari dia, bahas promosi program juga harus menggunakan bahas mudah dimegerti masyarakat. Misalnya penyebutan medical cek up gratis, sebab lab swasta menyebut seperti itu dan didengar lebih bagus dan tepat.

Tanggapan forum peduli NTB Sehat
Ditambahkan Ketua Forum Peduli NTB Sehat, dokter Nurhandini Eka Dewi. Katanya, program ini sangat membantu masyarakat untuk lebih awal mengetahui kesehatan pribadi mereka.
“Bagaimana program ini dalam rangka orang bisa mencegah penyakit, program ini sangat membantu seseorang,” kata dokter Eka.

Dokter Eka melihat, program ini sangat bermanfaat untuk masyarakat dan jarang-jarang pemerintah berani mengambil kebijakan seperti. Sebelumnya, pernah ada program seperti gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) akan tetapi CKG dilihat akan lebih tepat lagi mengingat ini bicara pemeriksaan kesehatan langsung.

“Kebiasaan masyarakat kita kan kalau tidak sakit tidak berobat, dengan itu kita memulai mengubah mindset masyarakat untuk datang ke rumah sakit atau sarana kesehatan untuk dapat mengecek kesehatan mereka,” tuturnya.

Berita Terkait

Poltekpar Lombok dan Bank NTB Syariah Perkuat Sinergi Layanan Keuangan Mahasiswa
HPN 2027 di Lampung Siap Digelar Inklusif dan Kolaboratif
TP PKK NTB dan Chili Community House Perkuat Parenting Ibu dan Anak Korban Kebakaran Sade
Bunda PAUD Lombok Tengah Sosialisasikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di 12 Korwil
Tingkatkan Profesionalisme Pers, PWI NTB Gelar OKK dan UKW Bagi 54 Wartawan
Cinthiya Hatmammaqdhiya Raih Juara II Nasional Pidato Bahasa Inggris, Harumkan Nama Lombok Tengah
Poltekpar Lombok Terjunkan Mahasiswa dan Dosen Bantu Dapur Umum Sade
Balai Bahasa NTB Sambangi Poltekpar Lombok,Perkuat Jejaring dan Sinergi Kelembagaan

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:21

ITDC Hadirkan Camping Ground Pertama untuk Penonton MotoGP Mandalika 2026

Kamis, 3 September 2026 - 11:51

Nyemulak Jadi Awal Kebangkitan Sade,Rekonstruksi Rumah Adat Dimulai

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:13

Dapur Umum Poltekpar Lombok Tetap Siaga Layani Warga Terdampak Kebakaran Sade

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:08

Poltekpar Lombok Jadi Tuan Rumah Rakor Penanganan Dampak Kebakaran Desa Adat Sade

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:21

Didatangi Menteri Pariwisata RI, Warga Dusun Adat Sade Sampaikan Aspirasi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:42

Poltekpar Lombok Terjunkan Mahasiswa dan Dosen Bantu Dapur Umum Sade

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:41

Poltekpar Lombok Peduli Sade,Hadir di Tengah Pemulihan Pascakebakaran

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:05

Poltekpar Lombok Salurkan Sembako untuk Warga Terdampak Kebakaran Sade

Berita Terbaru