Ketikjari.com — Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, kembali mengukir prestasi membanggakan. Desa yang dikenal dengan berbagai inovasi dan potensi wisatanya tersebut berhasil meraih Juara I Penjaringan Desa Berprestasi Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026.
Bilebante ditetapkan sebagai desa terbaik di NTB setelah memperoleh nilai 93,83. Capaian tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 100.3.3.1-320 Tahun 2026 tentang Juara Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026.
Prestasi tersebut sekaligus membuka peluang bagi Desa Bilebante untuk membawa nama Lombok Tengah dan NTB ke tingkat yang lebih tinggi. Sebagai juara pertama tingkat provinsi, Bilebante selanjutnya akan mewakili NTB dalam Penjaringan Desa Berprestasi Tingkat Regional Tahun 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lombok Tengah, Baiq Murniati,, mengatakan keberhasilan Desa Bilebante merupakan buah dari kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, prestasi tersebut tidak lahir dari kerja pemerintah desa semata, tetapi merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, pelaku usaha, kelompok masyarakat hingga seluruh warga Desa Bilebante.
“Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Desa Bilebante, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Lombok Tengah. Prestasi ini lahir dari kolaborasi, inovasi, serta kuatnya semangat gotong royong dalam membangun desa,” kata Baiq Murniati.
Penjaringan Desa Berprestasi Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 mengusung tema “Transformasi Desa sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045.”
Dalam proses penilaian, sejumlah aspek menjadi perhatian tim penilai. Di antaranya penyelenggaraan pemerintahan desa, keunggulan bidang kewilayahan dan kemasyarakatan, pengembangan potensi desa, inovasi yang selaras dengan tema, serta rencana tindak lanjut setelah pelaksanaan lomba.
Penilaian lapangan di Desa Bilebante telah dilaksanakan pada 2 Juli 2026. Tim penilai turun langsung melihat berbagai aspek pembangunan desa, mulai dari tata kelola pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat, inovasi, potensi unggulan, hingga keterlibatan masyarakat dalam pembangunan.
Hasilnya, Desa Bilebante keluar sebagai juara pertama dengan nilai 93,83. Posisi kedua diraih Desa Sermong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, dengan nilai 73,23.
Baiq Murniati menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa desa memiliki peran strategis sebagai pusat inovasi sekaligus penggerak pembangunan yang memberikan dampak nyata terhadap masyarakat.
“Prestasi ini harus menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pemberdayaan masyarakat, mengembangkan potensi lokal, serta memastikan berbagai inovasi desa tetap berkelanjutan setelah lomba berakhir,” ujarnya.
Kini, tantangan berikutnya menanti Desa Bilebante. Status sebagai juara terbaik di NTB membuat desa tersebut harus mempersiapkan diri menghadapi penilaian tingkat regional yang akan dilakukan oleh tim dari pemerintah pusat.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memastikan akan terus memberikan pendampingan dan memperkuat persiapan Desa Bilebante agar mampu tampil maksimal pada ajang tingkat regional.
“Kami mengajak seluruh masyarakat memberikan dukungan dan doa terbaik. Semoga Desa Bilebante mampu meraih hasil maksimal serta mengharumkan nama Kabupaten Lombok Tengah dan Provinsi Nusa Tenggara Barat di tingkat regional,” kata Baiq Murniati.
Keberhasilan Bilebante diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah prestasi dalam perlombaan. Lebih dari itu, capaian tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Lombok Tengah untuk terus melakukan transformasi, menghadirkan inovasi, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta memastikan setiap program pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dari Bilebante untuk Lombok Tengah, dari Lombok Tengah untuk NTB, dan kini menuju panggung regional.





















