HCF Group Groundbreaking Proyek Green Paradise di Lombok

- Kontributor

Kamis, 2 Oktober 2025 - 19:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjati.com – HCF Group mencatat sejarah baru di Lombok dengan menggelar acara peletakan batu pertama proyek Green Paradise, pengembangan eco-luxury yang digadang sebagai ikon baru investasi berkelanjutan di Indonesia.

Acara yang berlangsung di kawasan Bumbang kecamatan Pujut Lombok Tengah  Kamis, 2 Oktober ini dihadiri oleh pendiri HCF Group, Richard Demichele, bersama jajaran investor internasional, pejabat pemerintahan, serta tamu kehormatan dari Timur Tengah dan Eropa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Green Paradise berdiri di atas lahan tepi pantai seluas 9.182 m², menghadirkan vila berdesain berkelanjutan yang berpadu dengan keindahan alam tropis Lombok. Proyek ini menjadi simbol perpaduan antara kemewahan, inovasi, dan tanggung jawab lingkungan.

Pembangunan tersebut bukan hanya fokus pada aspek lingkungan, tetapi juga berorientasi pada pengembangan pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) lokal

Pendiri HCF Group, Richard Demichele, menegaskan bahwa Green Paradise bukan sekadar proyek properti, melainkan sebuah visi jangka panjang.

Baca Juga :  Hari Keempat Aquabike Jetski World Championship Danau Toba di Samosir: Pengunjung Antusias,UMKM Meraup Berkah

“Apa yang saya bangun tidak bisa dibeli itu harus dialami. Green Paradise adalah warisan, tempat di mana keberlanjutan, budaya, dan gaya hidup mewah bertemu dalam harmoni,” ujarnya.

Green Paradise menjadi salah satu portofolio utama HCF Group, yang juga mengembangkan Lux Harmony di Thailand, serta berencana mengekspansi proyek ke Mandalika, Gili, Albania, dan India.

Melalui platform digital HCF Estate, investor dari seluruh dunia diberikan akses untuk berpartisipasi dalam investasi real estat ter-tokenisasi dengan sistem transparan dan aman.

Proyek ini bertujuan menciptakan destinasi pariwisata yang berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip-prinsip green tourism.Tak hanya itu,Pemberdayaan SDM Lokal: HCF Group berencana untuk bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat setempat dalam memberdayakan SDM di LombokProyek ini juga akan mengedepankan keunikan budaya dan sumber daya alam Lombok. Dengan mengintegrasikan elemen-elemen budaya lokal dan alam, proyek ini diharapkan dapat menjadi model pariwisata yang mengangkat identitas Lombok.

Proyek ini juga akan mengedepankan keunikan budaya dan sumber daya alam Lombok. Dengan mengintegrasikan elemen-elemen budaya lokal dan alam, proyek ini diharapkan dapat menjadi model pariwisata yang mengangkat identitas Lombok.HCF Group juga berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat setempat dalam mengembangkan proyek ini. Hal ini penting untuk memastikan bahwa proyek tersebut sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Lombok.

Baca Juga :  Kemenparekraf Proyeksikan Empat Tren Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 2024

HCF Group juga berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat setempat dalam mengembangkan proyek ini. Hal ini penting untuk memastikan bahwa proyek tersebut sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Lombok.

“Dengan prinsip green tourism dan memberdayakan SDM lokal, HCF Group berambisi menjadikan Lombok sebagai contoh pariwisata berkelanjutan di Indonesia” Ungkapnya

Rangkaian perayaan peluncuran berlangsung selama 7 hari, dari 1 hingga 7 Oktober 2025. Selain peletakan batu pertama, kegiatan juga meliputi keikutsertaan HCF dalam MotoGP Mandalika 2025, jamuan makan malam eksklusif investor, hingga malam gala yang menjadi puncak acara.

Lebih dari 27 influencer global turut hadir untuk memperkuat eksposur internasional Lombok sebagai destinasi eco-luxury baru.

Berita Terkait

InJourney Optimalkan Kelancaran Mudik dan Libur Lebaran 2026, Trafik Penumpang Tumbuh 6,4%
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Layani 167 Ribu Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2026 
Ketika Peresean Diangkat Jadi Serial Sandiwara Radio
KEK Mandalika Tawarkan Insentif Fiskal Kompetitif, Percepat Realisasi Investasi Pariwisata
Bupati Pathul Bahri Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi Lebaran Ketupat
Lebaran Ketupat,Bupati Pathul Bersih Pantai Aan Bersama Aparat dan Warga
De Balen Soultan Lombok Raih Penghargaan Hotel Ramah Lingkungan dari EEN NTB
Karnaval Pesajik Tinggang Meriahkan HUT ke-74 Desa Rembitan

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:03

Wabup Nursiah Pimpin Intervensi Terpadu,Anak Penderita Hidrosefalus

Jumat, 27 Maret 2026 - 03:26

48 Desa di Lombok Tengah Belum Ajukan Pencairan, Penyaluran Dana Desa Sudah Capai 94 Desa

Kamis, 26 Maret 2026 - 01:33

Pemkab Lombok Tengah Gelar Lebaran Ketupat di Bencingah Masmirah

Selasa, 24 Maret 2026 - 08:23

Extra Flight Capai 20 Penerbangan,Pergerakan Penumpang di Bandara Lombok Tembus 97 Ribu

Senin, 23 Maret 2026 - 06:51

Open House Idul Fitri,Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah Sambut Warga dengan Hangat

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:25

Wabup Nursiah Serahkan Bantuan Beras Baznas untuk Petugas Kebersihan DLH Lombok Tengah

Senin, 16 Maret 2026 - 18:23

ITDC Perkuat Sinergi dengan Desa Penyangga,Salurkan Bantuan Bina Lingkungan kepada Tiga Desa Adat di Benoa

Senin, 16 Maret 2026 - 12:09

Bandara Lombok Berbagi di Ramadan,500 Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Lingkar Bandara

Berita Terbaru