Ketikjari.com – Founder dan Ketua Institut Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Indonesia ( Komppparindo) mendukung setiap langkah Kades terkait Penataan Pantai seluruh Kawasan Mandalika bersama Forum Kades Se- Kecamatan Pujut.
Statement Ketua Forum Kades sangat baik, bijak,dan solusi terbaik bagi 92 pedagang yang membangun warung- warung di lokasi pantai Tanjung Aan .
Ada beberapa point Rekomendasi saya yang sangat positif apa yang disampaikan oleh Ketua Forum Kades se- Kecamatan Pujut Syukur yang juga Kades Sukadana Kecamatan Pujut Kabupaten LombokTengah :
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penataan Pantai Aan untuk Pengembangan Pariwiasata sejalan fungsi kawasan serta peruntukan wilayah Kawasan Mandalika sebagai KEK Pariwisata, Destinasi Superprioritas ( DSP) yang dilakukan ITDC bersama pemerintah Kabupaten LombokTengah , Kecamatan Pujut dan Desa – desa yang masuk Kawasan Mandalika adalah langkah yang memberikan citra Pariwisata yang baik dan benar .
Peran Desa se- Kecamatan Pujut Lombok Tengah sebagai ujung tombak pembangunan Kawasan Mandalika harus lebih ditingkatkan sehingga keberadaan Desa sejak awal proses sudah dilibatkan secara aktif , berkelanjutan dan berdaya hukum, ekonomi dan pembangunan sehingga pada setiap masalah hubungan KEK, ITDC, Sirkuit, dan seluruh aktifitas di DSP Mandalika Pemerintah Desa semakin berperan aktif dan strategis
Keberadaan Desa se-Kecamatan Pujut sebagai pintu utama terhadap segala aspek pembangunan Kawasan Mandalika oleh ITDC di wujudkan dalam peran keterlibatan Rencana program dan kegiatan oleh KEK, ITDC, PT MGPA dan semua kepentingan di Kawasan Mandalika dilibatkan secara aktif.
ITDC menjadikan pemerintah Desa se -Kecamatan Pujut menjadi Partner utama dalam pembangunan Pariwisata Kawasan Mandalika dalam berbagai Aspek Kegiatan.
Desa Sukadana dan Desa Kuta sebagai Desa Paling dekat dengan Kawasan Mandalika khususnya Pantai Kuta, Sirkuit MotoGP, Bukit Merese Kawasan Legenda Putri Mandalika menjadi Desa ” Leader of Polcy “artinya setiap kebijakan yang diambil oleh ITDC , KEK Mandalika, Sirkuit Motogp dan pembangunan infrastruktur dan gedung diikutsertakan dalam hal yang krusial sehingga dapat memimalisir dampak negatif yang muncul di kemudian hari .
KEK Mandalika, ITDC dan PT MGPA telah memainkan peran penting 10 Tahun terakhir serta sangat strategis dan real dalam membangun Kawasan Mandalika perlu di dukung untuk terus melanjutkan pembangunan Pariwisata di Kawasan Mandalika bersama Pemerintah Indonesia, NTB, Lombok Tengah, Pemerintah Kecamatan Pujut serta peran strategis Desa di Kawasan Mandalika
Masyarakat mengenal istilah Blok Pujut artinya masyarakat berahlak, jujur, adil sehingga musyawarah dan mufakakat di kedepankan oleh ITDC dan dukungan Desa Se- Kecamatan Pujut dalam melakukan “Land Clearing” di Pantai Tanjung Aan terhadap 92 Lapak masyarakat yang di Bangun di pinggir Pantai Tanjung Aan.
Langkah- Langkah yang di ambil Forum Kades Se- Kecamatan Pujut Lombok Tengah terkait Land Clearing Pantai Tanjung semata- Mata untuk kepentingan banyak masyarakat dari pada beberapa golongan, stament Ketua Forum Kades Se- Kecamatan Pujut dan juga Kades Sukadana Bapak Syukur sudah sangat bijak baik untuk 92 pengelola Lapak yang membangun di Pinggir Pantai Tanjung Aan dan untuk kepentingan Pembangunan Ekonomi, Pariwisata dan keberlanjutan ITDC serta keberlanjutan kehidupan masyarakat yang saat wilayahnya menjadi Kawasan Pariwisata Mandalika dan merupakan tanah HPL ITDC.
Mengajak masyarakat ikut membangun dan mendukung langkah Forum Kades Se- Pujut, ITDC dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan NTB membangun Kawasan Mandalika dan Pantai Tanjung Aan untuk Kepentingan Masyarakat Se- Kecamatan Pujut dan Lombok Tengah dan masyarakat NTB yang berdaya dan mendunia sesuai visi misi Gubernur NTB dan kebijakan Bupati LombokTengah Mandalika sebagai DSP Mandalika yang Mendunia dan berkelanjutan dari generasi ke generasi ( Ketua Institut Komimten Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Indonesia ( Komppparindo) , Pengamat dan Analis Perencanaan dan Pengemabngan Pariwisata Indonesia, Dosen Poltekpar Lombok dan Kandidat Doktor Terapan Pariwisata ( Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata) .