ITDC Dorong Pertanian Organik Berkelanjutan, Gandeng Yayasan Owl Tower Bali Konservasi Keanekaragaman Hayati

- Kontributor

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com  – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui program Community Development The Nusa Dua. Kali ini, ITDC menggandeng Yayasan Owl Tower Bali dalam pengembangan pertanian organik berbasis konservasi lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati (biodiversity) di Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan burung hantu jenis Tyto Alba sebagai predator alami untuk mengendalikan hama tikus di area persawahan. Pendekatan berbasis alam (nature-based solution) ini diharapkan mampu menciptakan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan, meningkatkan produktivitas hasil pertanian, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Sebagai bentuk dukungan nyata, ITDC menyerahkan bantuan berupa 10 unit Rumah Burung Hantu (RUBUHA), satu unit kandang adaptasi berukuran 3 x 2 meter, serta paket pakan awal selama 14 hari yang terdiri atas jangkrik dan 84 ekor tikus. Sementara itu, Yayasan Owl Tower Bali yang dipimpin dr. I Wayan Wirawan, S.Ked., M.M., menyerahkan sepasang burung hantu Tyto Alba untuk dibudidayakan sebagai pengendali alami populasi tikus di lahan pertanian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengatakan program ini merupakan implementasi nyata komitmen ITDC dalam menciptakan creating shared value, di mana keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pengembangan kawasan pariwisata, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap masyarakat dan lingkungan.

Baca Juga :  Adi Bagus Karya Putra Terpilih kembali menjadi Ketua Afkab Loteng  2025-2029

“Kami percaya bahwa keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui pengelolaan destinasi pariwisata, tetapi juga melalui kontribusi terhadap sektor pertanian yang menjadi bagian penting dari ekosistem pembangunan daerah. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat membantu petani mengendalikan hama secara alami, mendukung pelestarian biodiversity, menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Agus, program tersebut juga sejalan dengan komitmen ITDC dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek ketahanan pangan, pelestarian ekosistem daratan, serta penguatan kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan.

Pendiri Yayasan Owl Tower Bali, dr. I Wayan Wirawan,menjelaskan bahwa burung hantu Tyto Alba merupakan salah satu predator alami paling efektif dalam mengendalikan populasi tikus sawah. Seekor burung hantu dewasa mampu memangsa beberapa ekor tikus setiap malam sehingga dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan racun tikus.

“Metode ini lebih ramah lingkungan karena mampu menjaga keseimbangan rantai makanan, melindungi organisme lain di lingkungan persawahan, serta mendukung terciptanya ekosistem pertanian yang sehat,” jelasnya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Desa Kedisan, I Putu Yoga Wibawa. Ia menyatakan bantuan RUBUHA beserta burung hantu Tyto Alba menjadi solusi yang sangat dibutuhkan petani dalam mendukung pengembangan pertanian organik.

Baca Juga :  Ibadah Haji 2024 Berjalan Sukses,Kemenag Loteng Gelar Tasyakuran

Menurutnya, program tersebut diyakini mampu menekan serangan hama tikus, meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem persawahan. Ia memastikan seluruh fasilitas yang diberikan akan dimanfaatkan dan dirawat secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh anggota kelompok tani.

Penggunaan burung hantu sebagai agen pengendali hayati sendiri telah diterapkan di berbagai daerah di Indonesia sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih berkelanjutan dibandingkan penggunaan racun tikus. Selain efektif mengurangi populasi hama, metode ini juga membantu menjaga kesuburan tanah, melindungi organisme non-target, serta menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan aman dikonsumsi.

Melalui program Community Development, ITDC menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Perusahaan meyakini bahwa keberlanjutan sektor pariwisata tidak dapat dipisahkan dari keberlanjutan sektor pertanian dan pelestarian lingkungan.

Ke depan, ITDC akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan program-program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sebagai fondasi pembangunan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan.

Berita Terkait

Dua Pekan TMMD Berjalan, TNI Percepat Pembangunan MCK demi Sanitasi Layak Untuk Warga
Dukung Green Policing, Bupati dan Kapolresta Lombok Tengah Kompak Tanam Pohon di Mapolresta
Homologasi Grade A FIM Dikantongi, Sirkuit Mandalika Siap Tancap Gas Gelar MotoGP 2026
Maulid Nabi di Pemkab Lombok Tengah, Pathul Bahri Ajak Jajaran Teladani Akhlak Rasulullah
Bandara Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi, Penerbangan Jakarta-Lombok Mulai Normal
Belajar dari Puja Mandala Bali,Lombok Tengah Siapkan Pusat Ibadah Enam Agama di Kawasan Mandalika
ITDC Perkuat Identitas The Mandalika Lewat Pertunjukan Legenda Putri Mandalika
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Diserahkan kepada Panitia Desa

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:45

Media Jadi Kekuatan Promosi Wisata, PWI Lombok Tengah Perkuat Sinergi dengan ITDC

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:45

MotoGP Mandalika 2026 Raup Rp5,2 Triliun, Penonton Tembus 157.875 Orang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:59

Yudisium VII Poltekpar Lombok, Dr Amirosa Tekankan Kompetensi Lulusan: Industri Pariwisata Menanti

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:11

CONVETO 2026 Poltekpar Lombok Hadirkan GM The Mandalika, Bahas Strategi Wisata Sehat dan Berkelanjutan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:05

Poltekpar Lombok Gelar ISTTW 2026, Dorong Kolaborasi Global dan Pariwisata Berkelanjutan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:51

ICANN87 Dongkrak Daya Saing The Nusa Dua, Kunjungan Wisatawan Tembus 363 Ribu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:16

ITDC Raih Peringkat 33, MGPA Masuk 79 Besar BUMN Terbaik dalam Danantara CX-100

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:26

ITDC Gandeng NTB Care, Sahabat Disabilitas Nikmati MotoGP Mandalika dari Luxury Tent

Berita Terbaru