Ketikjari.com – Logo Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nusa Tenggara Barat tahun 2026 resmi diperkenalkan dengan konsep yang sarat makna religius dan kearifan lokal. Logo tersebut diberi nama “Bale Qur’an”, yang terinspirasi dari bangunan tradisional masyarakat NTB, yaitu Bale Lumbung.
Konsep Bale Qur’an dipilih sebagai simbol tempat berkumpulnya nilai-nilai keislaman, ilmu pengetahuan, dan budaya masyarakat NTB. Filosofi ini menggambarkan bahwa Al-Qur’an menjadi pusat kehidupan masyarakat yang religius sekaligus tetap menjaga tradisi leluhur.de dasar dari desain logo ini menggambarkan NTB sebagai daerah yang religius. Nusa Tenggara Barat dikenal sebagai wilayah yang memiliki sejarah panjang perkembangan Islam, dengan tradisi budaya dan kekayaan alam yang tetap terjaga hingga saat ini.
Ide dasar dari desain logo ini menggambarkan NTB sebagai daerah yang religius. Nusa Tenggara Barat dikenal sebagai wilayah yang memiliki sejarah panjang perkembangan Islam, dengan tradisi budaya dan kekayaan alam yang tetap terjaga hingga saat ini.
Masyarakat NTB dikenal menjalankan ajaran agama secara berdampingan dengan nilai-nilai tradisi. Kehidupan sosial masyarakatnya juga menjunjung tinggi kebersamaan dan gotong royong, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan upacara adat.Dalam merancang identitas visual MTQ ini, para desainer berupaya menampilkan unsur khas NTB tanpa membuat tampilan visual menjadi terlalu rumit.
Dalam merancang identitas visual MTQ ini, para desainer berupaya menampilkan unsur khas NTB tanpa membuat tampilan visual menjadi terlalu rumit.
Beberapa elemen lokal yang diangkat antara lain atap meru masjid sebagai simbol religiusitas masyarakat, Bale Lumbung yang menjadi ciri khas arsitektur tradisional NTB, serta Gunung Rinjani sebagai ikon alam kebanggaan daerah.
Perpaduan berbagai elemen tersebut diolah secara proporsional sehingga menghasilkan desain yang estetis sekaligus penuh makna.
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, mengapresiasi konsep logo MTQ NTB 2026 yang dinilai mampu merepresentasikan identitas daerah sekaligus nilai-nilai keislaman masyarakat NTB.
Menurutnya, filosofi Bale Qur’an sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Lombok Tengah dan NTB secara umum yang dikenal religius dan menjunjung tinggi budaya lokal.
“Logo Bale Qur’an ini tidak hanya menjadi simbol MTQ, tetapi juga menggambarkan karakter masyarakat NTB yang religius dan berpegang teguh pada nilai-nilai budaya. Ini menjadi identitas yang sangat kuat bagi penyelenggaraan MTQ tahun 2026,” ujar Pathul
Ia berharap penyelenggaraan MTQ NTB 2026 nantinya tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai keagamaan, persatuan masyarakat, serta promosi budaya daerah.
“MTQ ini kita harapkan mampu memperkuat syiar Islam sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Lombok Tengah dan NTB kepada masyarakat luas,” tambahnya.
Logo Bale Qur’an pun diharapkan menjadi simbol kebanggaan bersama yang merepresentasikan nilai religius, budaya, serta keindahan alam Nusa Tenggara Barat.





















