The Nusa Dua Jadi Benchmark Nasional Pariwisata Berkelanjutan Berbasis ESG

- Kontributor

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com – The Nusa Dua kembali menegaskan posisinya sebagai model nasional pengembangan kawasan pariwisata berkelanjutan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).

Kawasan pariwisata terintegrasi yang dikelola ITDC melalui anak usahanya ITDC Nusantara Utilitas ini mendapat perhatian khusus dari Komisi VII DPR RI dalam kunjungan kerja pada 5 Mei 2026.

Kunjungan tersebut meninjau langsung implementasi sistem pengelolaan lingkungan dan utilitas terintegrasi yang diterapkan di kawasan wisata internasional tersebut, mulai dari pengolahan limbah, sistem daur ulang air, hingga pemanfaatan energi rendah karbon.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai destinasi pariwisata terintegrasi pertama di Indonesia yang dikembangkan sejak 1973, The Nusa Dua kini berkembang menjadi benchmark nasional pengembangan kawasan wisata berkelanjutan.

Kawasan seluas 350 hektare ini menaungi lebih dari 20 hotel internasional dengan sekitar 5.000 kamar, menyerap sekitar 21 ribu tenaga kerja, serta melayani hingga 3,8 juta kunjungan wisatawan setiap tahun.

Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar menegaskan bahwa pengembangan destinasi masa depan harus ditopang infrastruktur hijau dan sistem utilitas berkelanjutan.

“The Nusa Dua merupakan bukti nyata keberhasilan pengembangan kawasan pariwisata terintegrasi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan lingkungan melalui sistem utilitas dan pengelolaan limbah yang modern, terintegrasi, dan berbasis sirkular,” ujarnya.

Baca Juga :  Menuju Energi Bersih : ITDC Nusantara Utilitas Memimpin Konstruksi Jaringan Distribusi Pipa Gas Alam di Kawasan The Nusa Dua

Melalui ITDC NU, kawasan ini mengembangkan berbagai utilitas strategis seperti pengolahan air bersih berbasis Seawater Reverse Osmosis (SWRO), reclaim water, pengolahan air limbah, hingga distribusi Liquefied Natural Gas (LNG).

Sementara pengelolaan sampah terpadu dan fasilitas komposting kawasan dijalankan oleh Strategic Business Unit (SBU) The Nusa Dua melalui Integrated Waste Management System.

Saat ini, produksi sampah di kawasan mencapai sekitar 32,3 ton per hari, dengan sekitar 70,5 persen berupa sampah organik yang diolah kembali menjadi kompos. Secara keseluruhan, sekitar 95 persen sampah kawasan telah dikelola secara sistematis dan terintegrasi melalui pendekatan circular economy.

Sampah organik dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan landscape kawasan, sedangkan sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang atau diolah menjadi material bernilai ekonomi. Sistem tersebut menciptakan ekosistem pengelolaan sampah berbasis sirkular yang mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai tambah sekaligus mendukung operasional kawasan yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, kawasan juga menerapkan Integrated Lagoon & Utilities System yang berfungsi sebagai centralized utility system kawasan, mencakup pengolahan air limbah, pengolahan air bersih, fasilitas komposting, hingga distribusi gas terintegrasi.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty menilai model yang diterapkan ITDC layak direplikasi di berbagai destinasi wisata nasional.

Baca Juga :  Kementrian Pariwisata RI Gelar Rapat Koordinasi Politeknik Pariwisata 2025

“Model integrated waste management dan pengolahan air berbasis sirkular yang dikembangkan ITDC menjadi solusi strategis bagi destinasi pariwisata Indonesia, khususnya wilayah kepulauan dan wisata bahari,” ujarnya.

Implementasi circular water system di kawasan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 40 persen, dengan seluruh kebutuhan irigasi kawasan berasal dari air daur ulang hasil pengolahan limbah. Di sektor energi, penggunaan LNG sebagai substitusi LPG turut menekan emisi karbon hingga 12 persen.

Selain itu, sekitar 25 persen kebutuhan listrik operasional utilitas ditargetkan berasal dari energi terbarukan, sehingga mampu menghasilkan reduksi emisi hingga sekitar 984 ton CO₂ per tahun.

Dengan penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), pengelolaan lingkungan berbasis teknologi, efisiensi energi, serta optimalisasi sumber daya air, ITDC terus memperkuat positioning kawasan melalui pendekatan Green Infrastructure, Smart Utilities, dan Circular System.

Ahmad Fajar menambahkan, model pengembangan The Nusa Dua memiliki potensi besar untuk direplikasi di berbagai destinasi nasional sebagai upaya mendukung penciptaan lapangan kerja, peningkatan devisa negara, serta penguatan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.

“The Nusa Dua menjadi model nyata kawasan pariwisata terintegrasi berbasis ESG yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan melalui sistem sirkular dan infrastruktur hijau,” tutupnya.

Berita Terkait

ITDC dan BRI Dorong Pariwisata Berkelanjutan melalui Nusa Dua Eco Market 2026
ITDC Perkuat Daya Tarik The Nusa Dua Lewat Agenda Event Internasional Sepanjang 2026
Peminat Tembus 300 Persen, Poltekpar Lombok Perluas Kesempatan Kuliah bagi Putra-Putri NTB
Legenda Puteri Mandalika Bergema di JFC 2026, Kontingen Mandalika Lombok Tengah Tuai Aplaus Meriah
Poltekpar Lombok dan Samara Lombok Jajaki Kerja Sama Strategis Siapkan Talenta Pariwisata
InJourney dan ITDC Tanam 20 Ribu Mangrove, Perkuat The Mandalika sebagai Destinasi Wisata Berkelanjutan
ITDC Luncurkan “Cipta Rwa Loka”, Hadirkan Pengalaman Wisata Budaya Autentik di The Nusa Dua
Poltekpar Lombok Perkuat Kesadaran Hukum Mahasiswa Melalui Seminar Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:31

Bidik 145 Ribu Penonton, ITDC Group dan Polda NTB Matangkan Persiapan MotoGP Indonesia 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:19

Giant Helmet Hadir di Sarinah,Permudah Masyarakat Beli Tiket MotoGP Mandalika 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:07

Dukung Local Heroes, Warga NTB Dapat Diskon 50 Persen Tiket MotoGP Mandalika 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:27

Saatnya Indonesia Mendunia! InJourney dan Pertamina Ajak Masyarakat Dukung Mario Aji dan Veda Ega di MotoGP Mandalika 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 19:01

Narmada Kembali Dukung MotoGP Mandalika 2026, Siapkan 30 Ribu Botol Air Mineral

Kamis, 9 Juli 2026 - 05:09

Bupati Pathul Tegaskan Dukungan Penuh untuk Sukseskan MotoGP Mandalika 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:27

ITDC dan Kopassus Perkuat Sistem Pengamanan The Mandalika Jelang MotoGP 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:24

Tiket Early Bird Ludes, Penjualan Presale 1 MotoGP Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Berita Terbaru