Lombok Tengah Perkuat Pendidikan Inklusif, Dunia Usaha dan Mitra Nyatakan Dukungan

- Kontributor

Kamis, 7 Mei 2026 - 02:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Lombok Tengah terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pendidikan inklusif berbasis data.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui diskusi lanjutan bertajuk “Dukungan CSR untuk Pendidikan Inklusif Berbasis Data Kabupaten Lombok Tengah” yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, BUMN, BUMD, hingga lembaga non-pemerintah dalam memperkuat dukungan terhadap layanan pendidikan inklusif di Lombok Tengah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mewakili Kepala Bapperida Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Winarna, SKM., M.Sc., DEA menegaskan bahwa forum tersebut bertujuan menggalang partisipasi lintas sektor dalam menekan angka putus sekolah yang masih menjadi tantangan daerah.

“Melalui kolaborasi lintas sektor ini, kami berharap dukungan terhadap pendidikan inklusif semakin kuat sehingga seluruh anak, termasuk anak dengan hambatan fungsional belajar, dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak dan sesuai kebutuhannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Spesial Hari Kasih Sayang: Rayakan Cinta di Tiga Kawasan ITDC

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Lombok Tengah yang diwakili Asisten I Setda Lombok Tengah, Lalu Muliawan, menyampaikan pesan Bupati Lombok Tengah terkait pentingnya mengarusutamakan dukungan terhadap pendidikan inklusif, terutama melalui penyediaan alat bantu, peningkatan aksesibilitas, serta penguatan kapasitas guru.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan anak-anak dengan hambatan fungsional belajar, khususnya penyandang disabilitas, memperoleh layanan pendidikan yang optimal dan sesuai kebutuhan mereka.

“Tanpa intervensi dan dukungan yang memadai, anak-anak dengan hambatan fungsional berisiko semakin termarginalkan dalam sistem pendidikan,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, H. Jumadi, memaparkan hasil temuan Program Profil Belajar Siswa (PBS). Dari sekitar 9.000 anak yang mengikuti proses skrining awal mulai jenjang TK hingga SMA, ditemukan sekitar 5.000 anak terindikasi memiliki hambatan fungsional belajar.

Setelah dilakukan skrining lanjutan, sekitar 600 anak dinilai membutuhkan intervensi segera agar dapat memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Rumah Sakit Adikarsa menyatakan kesiapan berkolaborasi melalui pelaksanaan skrining lanjutan dengan mengintegrasikan dukungan melalui skema Universal Health Coverage (UHC).

Baca Juga :  Lombok Tengah Wakili NTB Rebut Paritrana Award 2024 Tingkat Nasional

Komitmen serupa juga disampaikan PDAM Lombok Tengah. Bahkan, PDAM Lombok Tengah disebut telah lebih dahulu melakukan pendampingan bersama Tulus Angen Community dalam memberikan layanan terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Sementara itu, Anak Agung Sagung TJSL Department Head ITDC The Mandalika menyampaikan kesiapan pihaknya untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan inklusif. ITDC diketahui telah memiliki Mandalika Children Learning Centre (MCLC) yang diharapkan dapat menjadi pusat penguatan layanan pendidikan, khususnya di wilayah ring 1 kawasan kerja ITDC, yakni Kecamatan Pujut dan wilayah penyangga.

Selain itu, BAZNAS Lombok Tengah juga membuka peluang kolaborasi melalui dukungan penyediaan alat bantu bagi anak-anak disabilitas yang dapat diakses melalui program Tastura Peduli.

Diharapkan forum diskusi tersebut terbangun sinergi lintas sektor yang semakin kuat dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan responsif terhadap kebutuhan seluruh anak di Kabupaten Lombok Tengah.

Berita Terkait

Poltekpar Lombok Raih Dua Sertifikasi ISO, Perkuat Standar Mutu Pendidikan Pariwisata
ITDC Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 17 Anak Yatim Piatu di Desa Pengulon
Liga Sinova 2026 Apresiasi Inovasi Masyarakat,Bupati Pathul Dorong Gagasan Baru untuk Lombok Tengah
Lombok Tengah Perkuat PPID,Masyarakat Didorong Lebih Mudah Akses Informasi Pemerintah
Sekda Tegaskan Seleksi Anugerah ASN Tastura 2026 Independen, 25 ASN Lolos 5 Besar
PWI NTB Gelar OKK Perdana, 120 Wartawan Ikuti Penguatan Organisasi
17 Kafilah Terbaik Lombok Tengah Dilepas Menuju MTQ Nasional XXXI, Bawa Misi Harumkan NTB
Poltekpar Lombok dan Bank NTB Syariah Perkuat Sinergi Layanan Keuangan Mahasiswa

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:16

ITDC Raih Peringkat 33, MGPA Masuk 79 Besar BUMN Terbaik dalam Danantara CX-100

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:44

Barongsai hingga Peresean Meriahkan Kirab Budaya HUT ke-81 Lombok Tengah, Simbol Persatuan dalam Keberagaman

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:19

Menpar: MotoGP Mandalika 2026 Semakin Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

Senin, 12 Oktober 2026 - 04:58

MotoGP Mandalika 2026 Bawa Berkah, UMKM Tenun Raup Rp9 Juta dan Kuliner Tembus Rp11 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 04:51

Bale KITA Warnai MotoGP Mandalika 2026, Kriya NTB Angkat Warisan Budaya hingga Pasar Internasional

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:43

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sold Out, Ribuan Penggemar Padati Sirkuit dan Pembalap Indonesia Jadi Sorotan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 02:32

BSI dan ITDC Kolaborasi di Mandalika, Nursiah Dorong Dampak Nyata bagi UMKM Loteng

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:33

MotoGP Mandalika Jadi Berkah UMKM, Street Food Festival Bidik 15 Ribu Pengunjung

Berita Terbaru