Ketikjari.com – Deretan event internasional yang digelar di kawasan The Mandalika tidak hanya berdampak pada geliat ekonomi daerah, tetapi juga menjadi strategi efektif untuk menarik investasi global.
Momentum tersebut dimanfaatkan ITDC saat perhelatan GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Pada Kamis malam (30/4), ITDC menggelar jamuan makan malam eksklusif di Pullman Lombok Mandalika Beach Resort bersama lebih dari 60 pimpinan tim balap internasional.
Suasana hangat itu tak sekadar ajang silaturahmi. ITDC memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempromosikan potensi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kepada para tamu yang mayoritas merupakan pelaku bisnis global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, mengungkapkan tingginya minat investor terhadap Mandalika.
“Dari tim balap yang hadir, hampir semuanya menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi. Kami juga menawarkan berbagai kemudahan, termasuk terkait penyediaan lahan dan informasi perkembangan investor yang sudah mulai membangun,” ujarnya.
Menurut Troy, konsistensi penyelenggaraan event internasional menjadi kunci meningkatnya kepercayaan investor. Sejumlah investor yang telah lebih dulu masuk bahkan mulai memperluas investasinya, khususnya di sektor pariwisata seperti hotel dan resort.
Investor yang bergabung berasal dari berbagai negara, di antaranya Jepang, Spanyol, hingga Belanda. Mereka dinilai cukup agresif dalam mengembangkan proyek, termasuk mencari peluang lahan baru di kawasan Mandalika.
“Dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan investasi cukup agresif. Ini tidak lepas dari dukungan pemerintah provinsi serta kondisi daerah yang aman dan kondusif,” tambahnya.
Selain faktor keamanan, dukungan lintas sektor juga menjadi daya tarik tersendiri. Sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, hingga stakeholder seperti bea cukai dinilai memberikan kemudahan bagi investor asing untuk masuk dan berkembang.
Troy menegaskan, keberlanjutan event di Mandalika harus terus dijaga agar momentum pertumbuhan ekonomi dan investasi tetap terjaga. Ia menilai dukungan pemerintah pusat, termasuk keterlibatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam ajang ini, menjadi penguat ekosistem pengembangan kawasan.
“Event harus terus konsisten digelar karena dampaknya nyata, tidak hanya untuk pariwisata tetapi juga investasi dan ekonomi daerah,” tegasnya.
Dengan menggabungkan kekuatan sport tourism dan promosi investasi, Mandalika kini semakin menegaskan posisinya sebagai destinasi unggulan sekaligus magnet baru bagi penanam modal global.





















