Ketikjari.com – Kejaksaan Negeri Lombok Tengah meluncurkan inovasi bidang intelijen bertajuk “Jaksa Sahabat Kampus” di Auditorium Politeknik Pariwisata Lombok, Selasa (7/4/2026).
Program ini menjadi langkah strategis Kejari Lombok Tengah dalam mendekatkan institusi penegak hukum dengan kalangan akademisi, khususnya mahasiswa.
Peluncuran program tersebut menunjukkan adanya tren positif dalam penguatan fungsi intelijen Kejaksaan melalui pendekatan preventif dan edukatif. Kejaksaan tidak hanya hadir sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun kesadaran hukum di kalangan generasi muda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Kejaksaan Negeri Praya Dr Putri Ayu Wulandari dslam sambutannya menyampaikan bahwa program Jaksa Sahabat Kampus merupakan upaya Kejaksaan untuk memberikan pemahaman hukum kepada mahasiswa sejak dini.
“Melalui program Jaksa Sahabat Kampus ini, kami ingin menghadirkan Kejaksaan lebih dekat dengan dunia akademik. Mahasiswa tidak hanya memahami hukum secara teori, tetapi juga memiliki kesadaran hukum dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan fungsi intelijen dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi permasalahan hukum di masyarakat, khususnya di lingkungan kampus.
“Pendekatan preventif seperti ini diharapkan mampu membangun sistem peringatan dini atau early warning system sehingga potensi pelanggaran hukum dapat diminimalisir,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Politeknik Pariwisata Lombok Dr Ali Muuhtasom dalam sambutannya menyambut baik peluncuran program Jaksa Sahabat Kampus yang dinilai sangat bermanfaat bagi mahasiswa.
Ia menyampaikan bahwa kerja sama antara institusi pendidikan dan aparat penegak hukum menjadi langkah penting dalam membangun karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran hukum dan etika dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Kejaksaan Negeri Lombok Tengah melalui program Jaksa Sahabat Kampus ini. Program ini memberikan wawasan yang sangat penting bagi mahasiswa agar lebih memahami aspek hukum serta mampu menghindari berbagai potensi pelanggaran hukum di masa depan,” ujarnya.
Melalui inovasi ini, diharapkan sinergi antara Kejaksaan dan dunia pendidikan semakin kuat dalam menciptakan generasi muda yang sadar hukum dan berintegritas.





















