Direktur MGPA : Pengecatan Ulang dan Perawatan Lintasan Sirkuit Jelang IndonesiaGP 2025

- Kontributor

Senin, 8 September 2025 - 05:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com – Menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia pada 3–5 Oktober 2025, Sirkuit Mandalika terus melakukan serangkaian persiapan intensif.

Salah satu fokus utama adalah perawatan lintasan,termasuk pengecatan ulang tepi lintasan yang permukaannya mulai mengelupas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan sekaligus keselamatan para pembalap MotoGP yang akan berlaga di sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut.

Pengecatan marka track adalah bagian dari pemenuhan FIM Grade A Circuit Homologation. Hal ini juga merupakan bagian dari safety and fairness.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu pekerjaan utama yang tengah berlangsung adalah pengecatan ulang lintasan, termasuk kerb, batas jalan, hingga rambu-rambu yang ada di dalam sirkuit. Kegiatan ini menjadi perhatian khusus karena terkait langsung dengan aspek keselamatan dan visualisasi bagi pembalap MotoGP.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menunjukkan proses persiapan pengecatan tepi lintasan yang tengah berlangsung. Ia menjelaskan bahwa pengecatan tahun ini berbeda dari sebelumnya karena seluruh pekerjaan dilakukan oleh marshal lokal asal Nusa Tenggara Barat tanpa melibatkan tenaga asing.

“Pengecatan tahun lalu dan pengecatan tahun ini dilakukan oleh 100 persen teman-teman marshal yang asalnya dari NTB. Jadi, sejak 2024 khusus untuk pengecatan sirkuit, kita sudah tidak lagi menggunakan jasa asing. Semua dikerjakan oleh marshal lokal NTB. Panjang lintasan yang dicat di sisi kanan adalah 4,3 kilometer, sedangkan sisi kiri lebih panjang karena mengikuti jalur putaran luar sirkuit,” ungkapnya

Priandhi juga menambahkan bahwa cat yang digunakan merupakan produk khusus yang diimpor dari Italia. Cat ini sudah disetujui oleh FIA untuk homologasi roda empat dan FIM untuk homologasi roda dua. “Cat ini memiliki butiran kaca halus di dalamnya yang membuat permukaannya menjadi kasar sehingga tidak licin. Minggu lalu seluruh material sudah tiba, dengan warna merah, putih, hitam, dan hijau sesuai standar. Saat ini kami sedang melakukan proses adjustment mesin cat agar semprotan cat merata dan tidak terlalu tebal di satu titik,” jelasnya lebih lanjut.

Baca Juga :  Day 1, Kehadiran Pelajar Lombok Tengah Menambah Marak Event MotoGPTM 2025

Ia pun menegaskan peran marshal lokal dalam menjalankan tugas ini menjadi kebanggaan tersendiri. “Silakan tanyakan ke teman-teman marshal bagaimana pengalaman mereka melakukan pengecatan di Pertamina Mandalika International Circuit. Dulu pekerjaan ini dianggap hanya bisa dilakukan oleh tenaga asing, tapi sekarang terbukti bisa dikerjakan langsung oleh putra-putri NTB,”tambahnya.

Baca Juga :  ITDC Bersama DAMRI Sediakan 161 Bus untuk Layani Penonton MotoGP Mandalika

Lintasan balap atau track merupakan elemen vital dalam sebuah ajang balap motor kelas dunia. Karena itu, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menempatkan perhatian khusus pada perawatan permukaan aspal dan elemen pendukung di sekitarnya. Saat ini, proses scraping atau pengupasan cat lama di area tepi lintasan sudah dimulai. Proses ini penting untuk menghindari risiko licinnya permukaan akibat cat yang mengelupas, yang berpotensi membahayakan pembalap ketika melaju dengan kecepatan tinggi.

Priandhi Satria menegaskan bahwa lintasan balap merupakan jantung dari MotoGP. Oleh karena itu, persiapan yang menyangkut aspal dan jalur balap selalu menjadi prioritas utama. “Lintasan adalah panggung utama bagi para pembalap. Karena itu, persiapan track kami lakukan dengan sangat hati-hati dan berlapis.

Proses scraping untuk menghilangkan cat lama sudah berlangsung agar permukaan lintasan tetap aman dan tidak licin. Setelah itu, kami melanjutkan dengan gravel racking, yaitu merapikan area run-off. Gravel ini sangat penting, karena di situlah motor dan pembalap pertama kali tertahan ketika terjadi insiden. Kami ingin memastikan fungsi keselamatan ini optimal,” jelas Priandhi.

Berita Terkait

Jelang MotoGP 2026, Bupati Lombok Tengah Imbau Pengelola Destinasi Tingkatkan Pelayanan Wisatawan
Tinggal Hitungan Hari, Kaos Bergambar Pembalap Moto3 Asal Indonesia Diburu Pembeli
2.000 Lebih Volunteer MotoGP Mandalika 2026 Dapat Perlindungan JKK dan JKM
Deretan Artis Siap Meriahkan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika
Dari Motegi ke Mandalika, Bintang MotoGP Mulai Tiba di Lombok
5 Hari Jelang MotoGP Mandalika, Ratusan Penggemar Ikuti Watch Party JapaneseGP di Mataram
BIZAM Siapkan 320 Personel Sambut MotoGP Mandalika, Terminal Dihiasi Nuansa Balap dan Budaya Lombok
ITDC Gandeng Travel dan Maskapai, Paket Nonton MotoGP Mandalika Mulai Rp7 Juta

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 03:24

MIF Edisi ke-5 Digelar 10–13 Desember,Hadirkan Konferensi Internasional hingga Mandalika Grand Show

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:00

BMW Motorrad Days Bali 2026 Satukan 2.700 Pengunjung dari 25 Negara, Perkuat Bali sebagai Destinasi Wisata Otomotif Internasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:09

ITDC Raih The Eighth BUMN Brand Equity Awards 2026, Perkuat Brand Pariwisata Indonesia

Rabu, 30 September 2026 - 04:23

Career Expo 2026 Poltekpar Lombok Buka 2.420 Peluang Kerja, Perkuat Link and Match dengan Industri

Jumat, 25 September 2026 - 17:03

World Tourism Day 2026, Sivitas Akademika Poltekpar Lombok Gelar Donor Darah

Jumat, 25 September 2026 - 08:14

Rejuvenasi The Nusa Dua Capai 58,53%, ITDC Tingkatkan Kualitas Aset dan Destinasi

Rabu, 23 September 2026 - 10:33

Poltekpar Lombok Raih Dua Sertifikasi ISO, Perkuat Standar Mutu Pendidikan Pariwisata

Rabu, 23 September 2026 - 07:47

Dua Event Internasional Bersamaan Hadir di The Nusa Dua, Padukan Fashion dan Otomotif

Berita Terbaru