Ketikjari.com – Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya ulama karismatik Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin atau yang dikenal sebagai Tuan Guru Bagu, Kamis (15/10/2026).
Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu tersebut wafat sekitar pukul 13.37 WITA. Kepergian ulama sepuh itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, masyarakat Lombok Tengah, serta umat Islam di NTB.
Bupati Pathul Bahri mengaku sangat kehilangan sosok ulama yang selama hidupnya mendedikasikan diri dalam bidang keagamaan, pendidikan Islam, dan sosial kemasyarakatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Tuan Guru Bagu merupakan figur yang telah memberikan banyak teladan bagi masyarakat. Pengabdian dan perjuangan almarhum menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam membangun kehidupan beragama dan bermasyarakat.
“Beliau merupakan sosok yang telah lama mengabdikan diri dalam kehidupan bermasyarakat, baik di bidang agama, pendidikan, maupun sosial kemasyarakatan. Beliau menjadi suri teladan dan contoh bagi kita semua yang ditinggalkan,” ungkap Pathul Bahri, Kamis (15/10/2026).
Ketua PCNU Lombok Tengah tersebut menegaskan, wafatnya Tuan Guru Bagu merupakan kehilangan besar bagi daerah dan umat Islam di NTB. Semasa hidupnya, almarhum dikenal memiliki kiprah besar dalam mengembangkan dakwah Islam serta membina umat melalui pendidikan pesantren.
Pathul berharap seluruh pengabdian, perjuangan, dan kebaikan almarhum semasa hidup menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT serta terus menginspirasi generasi mendatang.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” tutupnya.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, Tuan Guru Bagu direncanakan dimakamkan pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 15.30 WITA.
Kepergian Tuan Guru Bagu menjadi kehilangan besar bagi masyarakat NTB, khususnya para santri, keluarga besar pesantren, dan umat Islam yang selama ini menjadikan almarhum sebagai panutan dalam kehidupan beragama.





















