Ketikjari.com, — Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) memperkuat kesiapan operasional menjelang penyelenggaraan MotoGP 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Siaga Persiapan Event MotoGP 2026 yang digelar pada Jumat (2/10). Kegiatan ini melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari unsur TNI/Polri, instansi pemerintah, mitra kerja hingga komunitas kebandarudaraan.
Sebanyak 320 personel disiapkan untuk mendukung pengamanan dan kelancaran operasional BIZAM selama periode MotoGP 2026. Dari jumlah tersebut, 66 personel berasal dari unsur eksternal, meliputi TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Basarnas dan Damkartan. Sementara 254 personel lainnya merupakan personel internal BIZAM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
PGS. General Manager Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Herdanu Sri Novanto,mengatakan kesiapan personel dan sinergi seluruh stakeholder menjadi faktor penting untuk memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap optimal selama momentum MotoGP.
“BIZAM merupakan salah satu pintu gerbang utama bagi para penonton, wisatawan, dan seluruh pihak yang datang ke Nusa Tenggara Barat untuk menghadiri MotoGP 2026. Karena itu, kami memastikan kesiapan personel, fasilitas, serta koordinasi bersama seluruh stakeholder agar operasional dan pelayanan kepada pengguna jasa dapat berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman,” ujar Herdanu.
Tak hanya memperkuat sisi operasional dan pengamanan, BIZAM juga mulai menghadirkan atmosfer MotoGP sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Lombok kepada para penumpang.
Branding MotoGP dipasang di sejumlah area terminal melalui kolaborasi dengan Pertamina. Sementara itu, ornamen dan kain bermotif tradisional NTB turut menghiasi sejumlah titik di terminal melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan pemerintah kabupaten setempat.
Nuansa budaya tersebut semakin diperkuat melalui cultural activation berupa pertunjukan seni dan musik tradisional yang berlangsung pada 5–13 Oktober 2026.
Sejumlah kesenian yang akan ditampilkan di antaranya Musik Genggong, Tari Kembang Sembah, Tari Subahnale, Gamelan Sasak, serta berbagai kesenian tradisional NTB lainnya.
Pertunjukan tersebut akan menyambut sekaligus mengantar para penumpang yang datang maupun berangkat melalui BIZAM selama periode MotoGP.
Herdanu mengatakan, kehadiran budaya lokal di bandara diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan sejak pertama kali menginjakkan kaki di Lombok.
“Kami ingin pengalaman MotoGP bagi para penumpang sudah terasa sejak mereka tiba di bandara. Tidak hanya melalui branding MotoGP, tetapi juga melalui kekayaan budaya Lombok yang kami hadirkan di terminal. Dengan demikian, BIZAM tidak hanya menjadi tempat untuk datang dan pergi, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisatawan selama berada di NTB,” katanya.
Dengan kesiapan ratusan personel, penguatan koordinasi lintas stakeholder serta perpaduan atmosfer MotoGP dan budaya lokal, BIZAM berkomitmen mendukung kelancaran penyelenggaraan MotoGP 2026.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman dan berkesan bagi seluruh pengguna jasa bandara selama momentum balap motor internasional di Mandalika.





















