Ketikjari.com – Persiapan transportasi penonton Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 terus dimatangkan menjelang pelaksanaan MotoGP Mandalika pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Pemerintah Provinsi NTB telah menyiapkan 42 unit shuttle untuk mendukung mobilitas penonton menuju kawasan The Mandalika pada 10–11 Oktober 2026.
Kesiapan tersebut diperkuat melalui Simulasi Kegiatan Transportasi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang dilaksanakan ITDC bersama Pemprov NTB, Senin (5/10). Simulasi ini mencakup pengujian rute perjalanan, layanan shuttle, titik penjemputan dan penurunan penumpang, hingga pergerakan penonton menuju dan keluar dari kawasan The Mandalika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 42 shuttle tersebut disiapkan melalui lima rute, yakni Bangsal–IC Bale Kita sebanyak 2 unit, Senggigi–IC Bale Kita 2 unit, Lembar–Mandalika 2 unit, IC Bale Kita–Mandalika sebanyak 34 unit, serta Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM)–Mandalika sebanyak 2 unit.
Untuk rute utama IC Bale Kita–Mandalika, layanan menuju kawasan The Mandalika dijadwalkan berlangsung pukul 07.00–12.00 WITA. Sementara perjalanan kembali dari Mandalika menuju Selaparang berlangsung pukul 15.00–22.00 WITA.
Layanan shuttle pada rute utama tersebut akan beroperasi dengan interval sekitar 15 menit, sehingga diharapkan mampu mengakomodasi tingginya mobilitas penonton selama gelaran MotoGP.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, mengatakan pengaturan transportasi dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi penonton sekaligus memastikan kelancaran mobilitas selama penyelenggaraan.
“Kami ingin masyarakat yang datang menyaksikan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 memiliki pilihan transportasi yang jelas dan mudah diakses. Karena itu, kesiapan shuttle, rute, titik penjemputan dan penurunan, hingga pengaturan pergerakan menuju kawasan kami pastikan melalui koordinasi dan simulasi bersama seluruh pihak terkait,” ujar Troy.
Selain shuttle dari luar kawasan, ITDC bekerja sama dengan DAMRI juga menyiapkan 118 unit bus untuk melayani pergerakan penonton di dalam kawasan The Mandalika.
Pengaturan shuttle dalam disesuaikan dengan lokasi gate berdasarkan kategori tiket. Penonton Grandstand A, B, C, dan H diarahkan melalui Gate 1.
Sementara penonton Grandstand E, G, dan Festival diarahkan melalui Gate 2, sedangkan penonton Grandstand I, J, dan K melalui Gate 3.
General Manager DAMRI Cabang NTB, Zuryani, mengatakan layanan shuttle dalam tahun ini mendapatkan sejumlah peningkatan berdasarkan evaluasi penyelenggaraan sebelumnya.
“Tahun ini kami menyiapkan satu unit bus disabilitas yang akan bergerak secara mobile ke setiap gate untuk melayani penonton berkebutuhan khusus. Kami juga menyiapkan armada untuk melakukan penyisiran pada akhir layanan guna memastikan tidak ada penonton yang tertinggal, terutama saat arus kepulangan,” ujarnya.
Menurut Zuryani, tim DAMRI juga akan ditempatkan di setiap gate. Selain itu, setiap bus dilengkapi liaison officer (LO) untuk membantu memberikan informasi kepada penonton.
Skema transportasi penonton juga memperhitungkan sejumlah simpul kedatangan di Lombok, seperti BIZAM, Pelabuhan Lembar, Gili Mas, Bangsal, Kayangan, dan Senggigi.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Drs. Ervan Anwar, M.M., mengatakan simulasi dilakukan untuk memastikan seluruh layanan transportasi terintegrasi, mulai dari rute, armada, titik penjemputan dan penurunan, hingga konektivitas shuttle luar dan shuttle dalam.
“Tahun ini kami melakukan sejumlah penyempurnaan berdasarkan evaluasi penyelenggaraan sebelumnya, termasuk penambahan titik layanan dan penguatan layanan kepulangan pada malam hari,” kata Ervan.
Ia menegaskan, simulasi juga menjadi bagian penting untuk memastikan konektivitas dari jalur laut, udara, dan darat dapat terorganisasi dengan baik.
“Melalui simulasi ini, kami juga memastikan konektivitas dari jalur laut, udara, dan darat dapat terorganisasi dengan baik sehingga pergerakan penonton menuju maupun dari The Mandalika dapat berlangsung tertib dan optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Troy mengimbau seluruh penonton agar memperhatikan rute transportasi, lokasi gate sesuai kategori tiket, serta waktu perjalanan menuju kawasan sirkuit.
“Kami mengajak penonton untuk merencanakan perjalanan sejak awal dan memperhatikan informasi transportasi serta akses sesuai dengan tiket yang dimiliki. Dengan pengaturan yang telah disiapkan, kami berharap mobilitas menuju dan dari The Mandalika dapat berlangsung tertib, aman, dan nyaman,” tutup Troy.





















