Ketikjari.com — Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait jaminan keselamatan dan perlindungan sosial bagi relawan serta pekerja pendukung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 resmi dilaksanakan menjelang gelaran MotoGP Mandalika 2026.
Kerja sama tersebut melibatkan penyelenggara MotoGP Mandalika bersama BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk komitmen untuk memastikan seluruh pekerja yang terlibat dalam penyelenggaraan ajang balap motor internasional tersebut memperoleh perlindungan selama menjalankan tugas.
Perlindungan tersebut mencakup para relawan, marshal, maupun pekerja pendukung lainnya yang menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026 berjalan aman, tertib dan lancar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan MotoGP tidak hanya ditentukan oleh jalannya balapan maupun performa para pembalap di lintasan. Menurutnya, aspek keselamatan dan kesejahteraan seluruh pihak yang bekerja di balik penyelenggaraan event juga menjadi perhatian utama.
“Pada pelaksanaan MotoGP ini kami tidak hanya memikirkan masalah race dan para pembalap saja, tapi para pekerja dan relawan juga menjadi fokus perhatian kami,” ujar Troy.
Ia menegaskan, keberadaan relawan dan pekerja pendukung memiliki peran yang sangat penting dalam menyukseskan penyelenggaraan MotoGP Mandalika.
“Mengingat suksesnya pelaksanaan MotoGP tidak lepas dari kinerja para relawan yang ada. Dalam hal ini kami melakukan kerja sama dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Menurut Troy, berbagai tugas yang dijalankan para relawan dan pekerja di lapangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan event berskala internasional tersebut. Karena itu, aspek perlindungan terhadap mereka perlu dipastikan sejak awal.
Kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan memberikan rasa aman kepada para pekerja selama menjalankan tugas, sekaligus menunjukkan bahwa penyelenggaraan MotoGP Mandalika tidak hanya berorientasi pada kesuksesan event, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya.
Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, turut menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan atas dukungan dan kerja sama yang diberikan dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.
Menurutnya, keberadaan pekerja lapangan, terutama volunteer dan marshal, memiliki posisi yang sangat penting dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian balapan.
“Peran para pekerja, khususnya volunteer, marshall dan lainnya sangat penting,” jelas Ananda.
Para marshal, misalnya, memiliki tanggung jawab penting di sekitar lintasan selama balapan berlangsung. Mereka menjadi salah satu unsur pendukung keselamatan di sirkuit, termasuk membantu penanganan kondisi tertentu yang terjadi di lintasan.
Sementara para volunteer juga menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai kebutuhan operasional selama event berlangsung, mulai dari pelayanan hingga membantu kelancaran aktivitas penonton dan peserta.
Dengan banyaknya pihak yang terlibat, jaminan perlindungan tenaga kerja dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan event olahraga internasional seperti MotoGP.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Dr. Aidi Furkon, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya MotoGP Mandalika yang memberikan kesempatan bagi masyarakat lokal untuk terlibat secara langsung.
Menurutnya, penyelenggaraan MotoGP tidak hanya memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan ekonomi, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat NTB untuk mengambil bagian dalam berbagai aktivitas pekerjaan selama event berlangsung.
“Sekitar 2.500 warga NTB bisa merasakan ikut terlibat sebagai pekerja pada pelaksanaan MotoGP kali ini,” ungkapnya.
Keterlibatan ribuan warga tersebut menunjukkan bahwa keberadaan MotoGP Mandalika memberikan efek ekonomi yang cukup luas bagi masyarakat lokal.
Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mengambil peran sebagai pekerja maupun pendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan event.
Karena itu, perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan mereka mendapatkan perlindungan ketika menjalankan tugas.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTB, Nasrullah, mengatakan perlindungan terhadap pekerja yang terlibat dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika bukan merupakan hal baru. Program perlindungan tersebut telah dilakukan setiap tahun selama event MotoGP berlangsung di Mandalika.
Ia menyebutkan, dalam dua tahun terakhir pelaksanaan MotoGP Mandalika tidak terjadi insiden berat yang menimpa pekerja.
“Perlindungan untuk MotoGP tetap kita laksanakan setiap tahunnya. Dalam dua tahun terakhir pelaksanaan MotoGP tidak ada insiden berat yang terjadi,” ujar Nasrullah.
Menurutnya, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian kepada para pekerja dan relawan yang berada di lapangan.
Ia berharap pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026 dapat berlangsung aman dan lancar tanpa adanya kecelakaan kerja yang menimbulkan dampak serius.
“Semoga pada pelaksanaan MotoGP kali ini tidak ada terjadi insiden yang mengakibatkan kecelakaan tenaga kerja,” harapnya.
Kerja sama antara penyelenggara MotoGP Mandalika dan BPJS Ketenagakerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat aspek keselamatan dalam pelaksanaan event internasional di Sirkuit Pertamina Mandalika.
Dengan melibatkan ribuan pekerja dan relawan, penyelenggaraan MotoGP membutuhkan kesiapan tidak hanya dari sisi teknis balapan, tetapi juga dari sisi sumber daya manusia, pelayanan, keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja.
Perlindungan terhadap pekerja juga menjadi bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam menyukseskan ajang MotoGP di Mandalika.
MotoGP Mandalika sendiri telah menjadi salah satu agenda olahraga internasional yang memberikan dampak besar terhadap pariwisata dan perekonomian NTB. Kehadiran pembalap, tim, kru, wisatawan dan penggemar dari berbagai daerah maupun negara turut menggerakkan berbagai sektor ekonomi masyarakat.
Karena itu, keberhasilan penyelenggaraan MotoGP tidak hanya diukur dari suksesnya balapan di lintasan, tetapi juga dari bagaimana seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan adanya perlindungan jaminan sosial bagi volunteer, marshal dan pekerja pendukung, penyelenggara berharap seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan lebih tenang dan profesional.
Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen penyelenggara untuk menjadikan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sebagai event internasional yang tidak hanya sukses dari sisi olahraga dan pariwisata, tetapi juga memperhatikan keselamatan serta perlindungan bagi seluruh pekerja yang berada di balik suksesnya gelaran MotoGP Mandalika.





















