The Mandalika Terus Tumbuh, Keterlibatan Stakeholder Jadi Fondasi Keberlanjutan Kawasan

- Kontributor

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com– The Mandalika terus diarahkan untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah.

Seiring semakin berkembangnya posisi destinasi ini sebagai sportstainment destination berkelas dunia, munculnya berbagai peluang ekonomi baru, aktivitas UMKM yang tumbuh, serta berkembangnya sektor jasa pariwisata, menjadi bagian dari transformasi yang dirasakan oleh masyarakat sekitar. Keterlibatan stakeholders jadi elemen penting untuk memastikan setiap proses pembangunan, berlangsung secara inklusif dan selaras dengan kebutuhan masyarakat. 

Sebagai bagian dari upaya tersebut, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama tim fasilitator dari Universitas Mataram (Unram) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Dampak dan Keberlanjutan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, pada 3–4 Juni 2026 di Raja Hotel Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat sipil, hingga lembaga mitra, bertujuan menghimpun masukan, pandangan, dan evaluasi terkait dampak serta keberlanjutan pengembangan KEK Mandalika. 

Melalui diskusi kelompok terarah yang berlangsung selama dua hari, para peserta berdialog dan bertukar perspektif guna memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan kawasan yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan, keterlibatan berbagai pihak merupakan elemen krusial dalam mengembangkan kawasan yang mampu memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah.

“Kami meyakini bahwa keberlanjutan sebuah destinasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur atau pertumbuhan investasi, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat dan para pemangku kepentingan dapat terlibat serta merasakan manfaat dari proses yang berlangsung. Karena itu, forum seperti ini menjadi ruang penting untuk mendengarkan berbagai perspektif, mengevaluasi dampak yang telah dirasakan, serta mengidentifikasi peluang perbaikan dan penguatan ke depan. Masukan yang disampaikan akan menjadi referensi berharga bagi kami dalam memastikan The Mandalika terus tumbuh sebagai destinasi yang inklusif, berdaya saing, dan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi daerah maupun masyarakat sekitar,” ujar Troy. 

Baca Juga :  Spesial Hari Kasih Sayang: Rayakan Cinta di Tiga Kawasan ITDC

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dan partisipasi aktif dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., beserta berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kehadiran pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan guna memastikan pengembangan KEK Mandalika berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat, pembangunan daerah, serta arah pembangunan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Lombok Tengah.

Sejalan dengan upaya pengembangan kawasan yang berkelanjutan, ITDC juga menjalankan Mandalika Urban and Tourism Infrastructure Project (MUTIP), proyek yang didukung melalui skema pendanaan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), lembaga pembangunan multilateral. MUTIP adalah proyek pengembangan infrastruktur dasar dan fasilitas pariwisata di kawasan The Mandalika dengan tujuan memperkuat konektivitas, utilitas kawasan, dan juga mendukung pengembangan destinasi yang berkelanjutan. 

Melalui proyek itu, berbagai infrastruktur strategis telah dibangun untuk mendukung pertumbuhan kawasan, mulai dari jalan kawasan, utility corridor, sistem penyediaan air bersih, drainase dan pengendalian banjir, fasilitas mitigasi bencana, hingga pengembangan fasilitas publik serta infrastruktur pendukung masyarakat. Selain meningkatkan kesiapan kawasan sebagai destinasi sportstainment berkelas dunia, pembangunan tersebut juga diharapkan dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Dalam forum tersebut, para peserta juga menyampaikan pandangannya mengenai perubahan dan perkembangan yang terjadi di kawasan. Salah satu perwakilan tokoh masyarakat, Rata Wijaya, yang aktif mengikuti perjalanan The Mandalika, memaparkan, kehadiran kawasan tersebut telah membawa transformasi yang dirasakan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari meningkatnya aktivitas ekonomi, terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja baru, hingga semakin luasnya keterlibatan masyarakat dalam ekosistem pariwisata, yang sebelumnya belum tersedia.

Baca Juga :  Poltekpar Lombok Dukung Transparansi Publik, Kolaborasi di Pameran Keterbukaan Informasi 2025

“Masyarakat saat ini memiliki lebih banyak pilihan mata pencaharian dibanding sebelumnya. Selain sektor pertanian dan perikanan yang tetap menjadi basis ekonomi masyarakat, kini juga berkembang sektor UMKM, jasa, kuliner, dan aktivitas pariwisata lainnya. Ke depan, kami berharap masyarakat lokal terus mendapatkan ruang untuk berkembang sehingga manfaat pengembangan kawasan dapat dirasakan secara lebih luas,” ungkapnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta FGD mendiskusikan berbagai tema strategis yang berkaitan dengan pengembangan kawasan, antara lain pengembangan pariwisata dan dampaknya pada masyarakat, peluang kerja dan pengembangan ekonomi lokal, keberlanjutan mata pencaharian dan kearifan lokal, pengembangan masyarakat, serta penguatan keterlibatan pemangku kepentingan.

Partisipasi berbagai unsur stakeholders dalam forum ini mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong pembangunan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan tata kelola yang baik. Masukan dan perspektif yang disampaikan dalam forum, diharap dapat menjadi referensi dalam mendukung pengembangan The Mandalika yang semakin inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Ke depan, tantangan pengelolaan destinasi akan semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi yang semakin erat antar pemangku kepentingan. Karena itu, ITDC akan terus membuka ruang dialog dan partisipasi untuk memastikan setiap langkah pengembangan The Mandalika mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Inilah fondasi penting bagi keberlanjutan kawasan dalam jangka panjang,” tutup Troy.

Berita Terkait

Mandalika Street Food Festival 2026 Hadirkan Kuliner Legendaris Lombok dan Dukung UMKM Lokal
Politeknik Pariwisata Lombok Terima Kunjungan Bappenas Bahas Penguatan Pendidikan Vokasi dalam RKP 2027
Trafik Bandara Lombok Tumbuh Positif pada Semester I 2026, Layani Hampir 1,3 Juta Penumpang
Poltekpar Lombok Gelar Pelatihan Pastry dan Bakery untuk Perempuan di Desa Puyung
Bank BPD Bali Culture Run 2026 Targetkan 4.000 Peserta, Perkuat Sport Tourism Bali
ITDC Hadirkan Program “Liburan Nyaman Penuh Makna”, Ciptakan Destinasi Ramah Keluarga
Wabup Lombok Tengah Raih Penghargaan Bergengsi detikBali-Nusra Awards 2026, Bukti Nyata Keberhasilan Tekan Kemiskinan Ekstrem
Liga Sinova 2026 Dibuka, Pemkab Lombok Tengah Wajibkan Pelaporan Inovasi Daerah

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:34

Mandalika Street Food Festival 2026 Hadirkan Kuliner Legendaris Lombok dan Dukung UMKM Lokal

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:38

Politeknik Pariwisata Lombok Terima Kunjungan Bappenas Bahas Penguatan Pendidikan Vokasi dalam RKP 2027

Selasa, 7 Juli 2026 - 05:21

Poltekpar Lombok Gelar Pelatihan Pastry dan Bakery untuk Perempuan di Desa Puyung

Selasa, 7 Juli 2026 - 05:02

Bank BPD Bali Culture Run 2026 Targetkan 4.000 Peserta, Perkuat Sport Tourism Bali

Selasa, 7 Juli 2026 - 04:00

ITDC Hadirkan Program “Liburan Nyaman Penuh Makna”, Ciptakan Destinasi Ramah Keluarga

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:27

Poltekpar Lombok Lepas Mahasiswa PKN 2026, Siapkan Generasi Pariwisata Profesional dan Berdaya Saing

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:20

ITDC Genjot Penataan Kawasan,Wajah Baru Peninsula Island Mulai Tampak di The Nusa Dua

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:15

Menteri Ekraf Dorong Bandara Jadi Etalase Produk Kreatif dan IP Lokal Indonesia

Berita Terbaru