Ketikjari.com – Mandalika International Forum (MIF) edisi ke-5 kembali digelar di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 10–13 Desember.
Beragam agenda telah disiapkan dalam rangkaian MIF tahun ini. Dua kegiatan menjadi agenda unggulan, yakni Mandalika International Conference dan Mandalika Grand Show.
Direktur MIF, SSirajuddin, SST.Par, MT.Par, CEP, CEM, CEE, CTE. mengatakan Mandalika International Conference dijadwalkan berlangsung pada 11 Desember dengan konsep hybrid, yakni memadukan kegiatan secara langsung dan daring.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah pembicara akan hadir langsung di Lombok, sementara pembicara lainnya mengikuti konferensi secara online dari berbagai lokasi.
“Bukan berarti kegiatan yang lain tidak unggul. Tahun ini ada dua kegiatan yang kita unggulkan, yaitu Mandalika International Conference dan Mandalika Grand Show,” kata Sirajuddin.
Selanjutnya, Mandalika Grand Show dijadwalkan berlangsung pada 12 Desember dan menjadi bagian penting dalam rangkaian MIF edisi kelima.
Selain dua agenda utama tersebut, penyelenggara juga menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung, salah satunya Mandalika Tour.
Program tersebut berupa incentive tour bagi peserta MIF untuk mengenal lebih dekat berbagai destinasi wisata di Lombok. Di sisi lain, wisatawan yang ingin mengikuti perjalanan wisata secara komersial juga tetap diberikan kesempatan.
Hal menarik lainnya dalam MIF edisi ke-5 adalah adanya kursus event internasional dari APM.
Sirajuddin menjelaskan, konsep kursus tahun ini berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya. Para peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik secara langsung dalam penyelenggaraan MIF.
“Mereka nanti diberi satu hari materi, materi praktik, kemudian mereka langsung terlibat di MIF. Kita sebar mereka di beberapa departemen,” jelas Sirajuddin.
Menurutnya, pola tersebut memungkinkan peserta mendapatkan pengalaman nyata dalam mengelola sebuah event internasional.
Peserta nantinya akan ditempatkan di sejumlah departemen dalam manajemen MIF. Dengan demikian, mereka dapat mempelajari sekaligus mempraktikkan langsung berbagai aspek penyelenggaraan kegiatan.
“Daripada mereka bikin-bikin kasus tapi kasusnya juga tidak tahu apa kebenarannya. Kalau ini kasusnya benar-benar ada, mereka masuk dalam manajemen MIF dan langsung praktik di dalam,” ujarnya.
Konsep tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih konkret kepada peserta sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang penyelenggaraan event internasional.
Untuk kegiatan APM, pihak penyelenggara akan mencari lokasi yang representatif di kawasan Mandalika, terutama karena kegiatan pembelajaran membutuhkan ruangan yang memadai.
Sementara untuk kegiatan yang bersifat event, pihak penyelenggara akan memanfaatkan area Bazar Mandalika.
Rangkaian MIF edisi ke-5 selama empat hari, 10–13 Desember, diharapkan tidak hanya menjadi ruang pertemuan dan pertukaran gagasan, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran, promosi pariwisata, serta penguatan ekosistem industri event di Mandalika.
Melalui perpaduan konferensi internasional, pertunjukan, wisata, dan praktik langsung pengelolaan event, MIF diharapkan semakin memperkuat posisi Mandalika sebagai salah satu destinasi yang mampu menjadi tuan rumah kegiatan berskala internasional.





















