Ketikjari.com – Kabar gembira bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) resmi memberikan diskon tiket sebesar 50 persen untuk warga NTB pada ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, 9–11 Oktober 2026.
Program khusus yang diluncurkan pada Selasa (21/7/2026) ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat NTB sebagai tuan rumah sekaligus upaya mengajak publik memberikan dukungan langsung kepada dua pembalap kebanggaan Indonesia, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama, yang akan berlaga di hadapan publik dunia.
Melalui program tersebut, pemegang KTP NTB dapat membeli tiket dengan harga khusus, yakni Regular Grandstand Zona E, G, H, dan I seharga Rp200 ribu dari harga normal Rp400 ribu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara Premium Grandstand Zona B, C, J, dan K dibanderol Rp450 ribu dari harga normal Rp900 ribu. Adapun Premium Grandstand Zona A dapat diperoleh dengan harga Rp875 ribu dari harga normal Rp1,75 juta.
Tiket mulai dijual sejak 21 Juli 2026 melalui platform resmi GOERS dan situs resmi The Mandalika GP. Setiap pembelian wajib menggunakan KTP NTB yang masih berlaku dan satu KTP hanya dapat digunakan untuk satu transaksi.
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan program ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi NTB untuk menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap kawasan The Mandalika sebagai aset strategis dan kebanggaan daerah.
“Sejak awal saya selalu menekankan bahwa masyarakat NTB harus merasa memiliki kawasan The Mandalika. Ketika rasa memiliki itu tumbuh, masyarakat akan ikut mendukung, menjaga, dan memastikan kawasan ini terus berkembang sebagai kebanggaan daerah,” ujar Miq Iqbal.
Ia juga mengapresiasi komitmen ITDC dan MGPA yang terus menghadirkan tradisi Betabeq dalam berbagai penyelenggaraan event di The Mandalika sebagai bentuk pelestarian budaya lokal di tengah ajang olahraga internasional.
Komisaris MGPA, Sabolah, menilai kehadiran masyarakat di tribun tidak hanya penting bagi kesuksesan penyelenggaraan event, tetapi juga menjadi dukungan moral bagi pembalap Indonesia yang tengah berkiprah di level dunia.
“Dukungan masyarakat NTB di tribun akan menjadi semangat tambahan bagi local heroes yang membawa nama Indonesia di hadapan publik dunia sekaligus menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap olahraga motorsport,” katanya.
Senada dengan itu, Vice Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Ananda Mikola, menyebut program tiket khusus ini merupakan bagian dari strategi penyelenggara untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dan menciptakan atmosfer balapan yang lebih meriah.
Menurutnya, dukungan langsung dari tribun akan menjadi energi tersendiri bagi Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama sekaligus memperlihatkan kepada dunia tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap olahraga balap motor.
Sementara itu, General Manager The Mandalika, I Made Pari Wijaya, menegaskan pihaknya terus melakukan berbagai persiapan guna menghadirkan pengalaman terbaik bagi para pengunjung.
“Kami tidak hanya mempersiapkan lintasan, tetapi juga seluruh pengalaman pengunjung di kawasan The Mandalika. Mulai dari akses kawasan, fasilitas publik, area UMKM, kebersihan hingga layanan hospitality terus kami optimalkan,” ujarnya.
Program tiket khusus ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang sebelumnya telah menghadirkan berbagai kegiatan promosi dan engagement di Jakarta, Bali, dan Yogyakarta bersama Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama.
Selain promo untuk warga NTB, penjualan tiket Presale 1 bagi masyarakat umum juga masih berlangsung dengan diskon hingga 30 persen untuk kategori Grandstand dan 20 persen untuk kategori VIP Hospitality.
Dengan berbagai kemudahan dan promo yang ditawarkan, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan tidak hanya menghadirkan balapan kelas dunia, tetapi juga memperkuat sport tourism serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat NTB.





















