Amaq Rasip Sukses Kembangkan Kebun Kopi di Segala Anyar, Jadi Inspirasi Petani Lokal

- Kontributor

Minggu, 12 April 2026 - 00:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com — Desa Segala Anyar dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Berbagai komoditas pertanian tumbuh subur di desa ini, mulai dari melon, semangka, cabai, tomat hingga bawang. Di tengah keberagaman komoditas tersebut, kopi kini mulai menjadi salah satu tanaman yang menjanjikan bagi petani setempat.

Salah satu kisah sukses datang dari Amaq Rasip (60), petani asal Dusun Kadik II, Desa Segala Anyar, yang berhasil mengembangkan kebun kopi di lahannya. Kebun kopi yang diberi nama Kebon Kupi Langan Dadih itu berdiri di atas lahan seluas sekitar 12 are dan telah ditanami kopi sejak empat tahun lalu.

Di kebun tersebut, terdapat sekitar 300 pohon kopi jenis arabika dan robusta yang kini telah memasuki masa panen. Amaq Rasip mengaku panen tahun ini menjadi yang paling melimpah sejak pertama kali menanam kopi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, panen tahun ini yang paling banyak sejak pertama kali kami tanam empat tahun lalu,” ujarnya.

Keberhasilan itu tidak datang dengan mudah. Sebelum menanam kopi, Amaq Rasip sempat mencoba berbagai komoditas lain seperti pisang dan pepaya di lahannya. Namun hasilnya belum memberikan dampak yang signifikan. Hal itu tidak membuatnya menyerah. Ia kemudian mencoba menanam kopi dengan membeli bibit dan menanamnya di lahannya.

Baca Juga :  Poltekpar Lombok Gelar Penguatan Mutu Pembelajaran Evaluasi RPS dan Bahan Ajar

Di usianya yang telah menginjak kepala enam, Amaq Rasip tetap bersemangat mempelajari hal baru, termasuk teknik menanam kopi arabika yang saat itu belum banyak dibudidayakan di wilayah tersebut. Melalui berbagai upaya inovasi dan rekayasa lingkungan, tanaman kopi yang ditanamnya kini mampu tumbuh subur dan menghasilkan panen yang memuaskan.

Tidak hanya fokus pada kebunnya sendiri, Amaq Rasip juga menyediakan bibit kopi arabika bagi petani lain yang ingin mengikuti jejaknya menanam kopi.

Kepala Desa Segala Anyar, Ahmad Zaini, mengapresiasi upaya yang dilakukan Amaq Rasip dalam mengembangkan komoditas kopi di wilayahnya.

Menurutnya, Desa Segala Anyar memiliki potensi pertanian yang sangat strategis karena karakteristik lahannya didominasi oleh lahan kering dan tadah hujan.

“Petani-petani kita terus berupaya mengoptimalkan lahan tadah hujan dengan menanam berbagai komoditas. Salah satunya yang dikembangkan oleh orang tua kami, Amaq Rasip, dengan menanam kopi robusta dan arabika. Dengan lahan yang terbatas dan tantangan keterbatasan air, beliau mampu membuktikan bahwa kopi bisa tumbuh subur dan menghasilkan,” kata Ahmad Zaini.

Baca Juga :  Bahas Masalah Harmonisasi terhadap Dua Renperda,Komisi I dan II DPRD Loteng Bertemu Kementerian Hukum NTB

Selain kopi, masyarakat Desa Segala Anyar juga mengembangkan berbagai komoditas hortikultura seperti melon, semangka, cabai, tomat, dan bawang.

Untuk mendukung pengembangan pertanian yang lebih berkelanjutan, Pemerintah Desa Segala Anyar bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kelompok petani muda kini juga tengah mengembangkan pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan (kohe). Bahan baku pupuk tersebut bersumber dari kandang sapi, kambing, dan ayam milik warga setempat.

Tidak hanya itu, pemerintah desa juga menjalin kerja sama dengan Wakai Farm Jepang untuk mengembangkan budidaya sayuran organik di wilayah tersebut. Dalam rencana pengembangannya, Wakai Farm juga akan membangun greenhouse guna mendukung pengembangan pertanian organik di Desa Segala Anyar.

Melalui berbagai inovasi dan kolaborasi tersebut, Desa Segala Anyar diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pengembangan pertanian terpadu yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian lokal.

Berita Terkait

World Tourism Day 2026, Sivitas Akademika Poltekpar Lombok Gelar Donor Darah
RSUD Praya Matangkan Persiapan Reakreditasi, Ditargetkan Rampung Desember 2026
Kades Lalu Ratmaji: Antar Desa Semparu Raih Juara 1 Lomba Perpustakaan Desa Tingkat NTB 2026
Bilebante Tembus Nasional, Desa Asal Lombok Tengah Jadi yang Terbaik di NTB
BAZNAS Lombok Tengah Ajak Masyarakat Bersedekah, Mulai dari Rp5 Ribu
Gerakan Posyandu Aktif Diperkuat, Lombok Tengah Dorong Layanan Kesehatan Sepanjang Siklus Hidup
Bunda PAUD Lombok Tengah Sosialisasikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di 12 Korwil
GEMARIKAN di Pemepek Bantu Penuhi Gizi Anak dan Perkuat Pencegahan Stunting

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 19:56

Maulid Nabi di Pemkab Lombok Tengah, Pathul Bahri Ajak Jajaran Teladani Akhlak Rasulullah

Selasa, 8 September 2026 - 03:20

Bandara Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi, Penerbangan Jakarta-Lombok Mulai Normal

Senin, 7 September 2026 - 13:24

Belajar dari Puja Mandala Bali,Lombok Tengah Siapkan Pusat Ibadah Enam Agama di Kawasan Mandalika

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:46

ITDC Perkuat Identitas The Mandalika Lewat Pertunjukan Legenda Putri Mandalika

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:15

Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Diserahkan kepada Panitia Desa

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:06

ITDC Dorong Pertanian Organik Berkelanjutan, Gandeng Yayasan Owl Tower Bali Konservasi Keanekaragaman Hayati

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:09

BIZAM Salurkan Rp 100 Juta untuk Konservasi Bahari di Pantai Nipah,Perkuat Pelestarian Penyu dan Terumbu Karang

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:28

AHY: Peresmian Lima Bendungan Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan, Air, dan Energi

Berita Terbaru