Ketikjari.com – Menjelang libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengeluarkan himbauan tegas kepada seluruh pengelola destinasi wisata dan pelaku usaha pariwisata agar memastikan kegiatan wisata selama libur Lebaran berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi wisatawan.
Himbauan tersebut dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Kabupaten Lombok Tengah sebagai langkah mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan yang diperkirakan meningkat signifikan selama masa libur Idul Fitri.
Dalam surat himbauan yang ditetapkan di Praya pada 17 Maret 2026, Bupati Pathul Bahri menegaskan bahwa pengelola destinasi wajib mengendalikan jumlah pengunjung sesuai kapasitas lokasi wisata guna menghindari kepadatan yang berpotensi membahayakan keselamatan wisatawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, pengelola juga diminta menempatkan petugas pengawas di sejumlah titik rawan seperti kawasan pantai, air terjun, kolam renang, maupun area berisiko lainnya. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi kecelakaan di destinasi wisata yang ramai dikunjungi saat libur Lebaran.
“Pengelola destinasi wisata harus memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Pengawasan di titik rawan harus diperketat, terutama di kawasan yang memiliki risiko keselamatan,” tegas Pathul.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga mengingatkan agar pengelola mengatur area parkir secara tertib dan aman, termasuk menyiapkan kantong parkir tambahan apabila diperlukan. Akses kendaraan, terutama untuk situasi darurat, juga harus tetap terjaga.
Aspek kebersihan menjadi perhatian penting dalam himbauan tersebut. Pengelola diminta menyediakan fasilitas tempat sampah yang memadai serta menambah petugas kebersihan selama masa libur Lebaran guna menjaga kenyamanan lingkungan destinasi wisata.
Selain itu, pengelola destinasi juga diminta memberikan informasi yang jelas kepada wisatawan terkait tarif masuk, jam operasional, serta aturan yang berlaku di lokasi wisata. Pemerintah menegaskan bahwa tarif harus ditetapkan secara wajar dan transparan tanpa pungutan di luar ketentuan.
Bupati Pathul Bahri juga menekankan pentingnya pelayanan wisata yang ramah, responsif, dan profesional dengan mengedepankan prinsip Sapta Pesona agar wisatawan mendapatkan pengalaman berwisata yang berkesan di Pulau Lombok.
Untuk mendukung keamanan wisata, pengelola juga diminta menyiapkan sarana keselamatan dasar seperti kotak P3K serta menyediakan informasi kontak darurat bagi pengunjung.
Pemerintah daerah juga mendorong adanya koordinasi aktif antara pengelola wisata dengan aparat keamanan, dinas perhubungan, tenaga kesehatan, hingga unsur kebencanaan guna memastikan aktivitas wisata selama libur Lebaran berjalan lancar.
Masyarakat juga diingatkan dapat memanfaatkan layanan darurat terpadu Call Center 112 yang beroperasi selama 24 jam secara gratis untuk kebutuhan layanan medis, kebakaran, maupun kebencanaan di wilayah Lombok Tengah.
Dengan himbauan ini, pemerintah berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga kualitas pelayanan wisata sehingga citra pariwisata Lombok Tengah tetap positif di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan saat libur Lebaran.

























