Lombok Tengah Genjot Operasi Genting 2025: Data KRS Jadi Senjata Utama Tekan Stunting

- Kontributor

Rabu, 19 November 2025 - 06:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketikjari.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus memperkuat langkah strategis dalam percepatan penurunan stunting melalui pelaksanaan Operasi Genting 2025, sebuah agenda terintegrasi yang menitikberatkan pada Optimalisasi Pemanfaatan Data Keluarga Risiko Stunting (KRS).

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Gedung B Lantai 5 Kantor Bupati Lombok Tengah ini dihadiri berbagai unsur pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, organisasi perempuan hingga lembaga sosial.

Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., membuka pertemuan dengan menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menekan angka stunting.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat strategi percepatan, serta memastikan kualitas layanan kesehatan dan gizi bagi ibu hamil, balita, remaja putri hingga calon pengantin adalah fondasi yang tidak bisa ditawar,” tegas Nursiah.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi seluruh elemen, termasuk sektor swasta, menjadi faktor penting dalam menghadirkan langkah penanganan yang berkelanjutan.


Data KRS Jadi Tulang Punggung Intervensi

PLT Kepala BP3AP2KB Lombok Tengah, Kusriadi, SKM., M.Kes., menyoroti pentingnya pendekatan berbasis data dalam penanganan stunting. Data KRS, jelasnya, adalah potret komprehensif untuk memastikan program dan bantuan tepat sasaran.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita perlu bermitra dengan berbagai lembaga agar intervensi semakin kuat. Data KRS adalah senjata utama untuk mengetahui siapa yang harus diprioritaskan,” ungkapnya.


Perubahan Angka Stunting: Tantangan dan Harapan

Kepala Bidang AP2M Bapperida, Sri Mulyana Widiastuti, memaparkan tren angka stunting berdasarkan data SSGI. Lombok Tengah mencatat:

  • 2023: 17%
  • 2024: 36%
  • 2025: 24,9%
Baca Juga :  Belvana Lolos Paskibraka Nasional 2026, Jadi Kebanggaan Masyarakat NTB

Meskipun fluktuatif, tren penurunan tahun 2025 menunjukkan hasil dari penguatan intervensi. Namun Widiastuti mengingatkan, target 10% dalam 10 tahun bukan pekerjaan mudah.

“Jika semua bergerak dan menjalankan perannya, insya Allah target ini tercapai. Pengisian data Bangda harus akurat mulai dari desa, puskesmas hingga OPD,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penilaian kinerja stunting dilakukan setiap tahun oleh provinsi dan pusat, sehingga ketepatan data menjadi aspek krusial.


Penguatan Program Sosial dan Validasi Data Keluarga

Kepala Dinas Sosial Lombok Tengah, H. Masnun, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa program P2K2 terus digalakkan untuk meningkatkan kapasitas keluarga penerima manfaat dalam aspek kesehatan, gizi dan kesejahteraan.

Ia juga menyoroti proses verifikasi penerima bantuan sosial agar tepat sasaran.

“Kami bersama Kementerian Sosial dan Pertamina melakukan pengecekan NIK. Jika penerima bantuan terbukti memiliki kendaraan pribadi, mereka akan dikeluarkan dari daftar. Namun kerahasiaan data tetap kami jaga,” tegas Masnun.


Desa Jadi Garda Terdepan Pencegahan

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Desa, Baiq Tisnawati, S.Sos., M.E., menjelaskan bahwa pemerintah desa telah memiliki payung hukum Perbup No. 5 Tahun 2024 sebagai dasar penanganan stunting.

Baca Juga :  A Celebration of Hope and Joy Menyambut Natal yang Penuh Makna di Golo Mori Convention Center

Program desa mencakup:

  • Pelatihan kesehatan ibu dan anak
  • Konseling gizi
  • PMT berbasis pangan lokal
  • Penyediaan air bersih
  • Pencegahan perkawinan usia anak

“Dana desa 2025 diprioritaskan untuk layanan dasar, ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Kapasitas kader posyandu dan KPM terus kami perkuat,” jelasnya.


Intervensi Kesehatan Dimulai Sejak Remaja

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, dr. H. Nasrullah, menegaskan pentingnya intervensi sejak remaja putri sebagai langkah awal pencegahan stunting.

Ia memaparkan sejumlah indikator utama:

  • Konsumsi rutin tablet tambah darah (TTD)
  • Pemeriksaan kehamilan minimal enam kali
  • Pemantauan tumbuh kembang balita
  • ASI eksklusif dan MP-ASI tepat
  • Imunisasi lengkap
  • Desa bebas BABS

“Keberhasilan percepatan stunting hanya mungkin dicapai dengan partisipasi semua pihak,” tegasnya.


Gerakan Kolektif Menuju Generasi Sehat

Kegiatan Operasi Genting 2025 bukan sekadar rapat koordinasi, melainkan momentum memperkokoh sistem informasi, koordinasi dan kolaborasi lintas sektor. Dengan pemanfaatan data KRS sebagai dasar pengambilan keputusan, Lombok Tengah optimistis mampu menekan angka stunting secara signifikan.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa Operasi Genting adalah gerakan bersama untuk memastikan generasi Lombok Tengah tumbuh lebih sehat, cerdas dan berkualitas.

Berita Terkait

Poltekpar Lombok Raih Dua Sertifikasi ISO, Perkuat Standar Mutu Pendidikan Pariwisata
ITDC Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 17 Anak Yatim Piatu di Desa Pengulon
Liga Sinova 2026 Apresiasi Inovasi Masyarakat,Bupati Pathul Dorong Gagasan Baru untuk Lombok Tengah
Lombok Tengah Perkuat PPID,Masyarakat Didorong Lebih Mudah Akses Informasi Pemerintah
Sekda Tegaskan Seleksi Anugerah ASN Tastura 2026 Independen, 25 ASN Lolos 5 Besar
PWI NTB Gelar OKK Perdana, 120 Wartawan Ikuti Penguatan Organisasi
17 Kafilah Terbaik Lombok Tengah Dilepas Menuju MTQ Nasional XXXI, Bawa Misi Harumkan NTB
Poltekpar Lombok dan Bank NTB Syariah Perkuat Sinergi Layanan Keuangan Mahasiswa

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:00

5 Hari Jelang MotoGP Mandalika, Ratusan Penggemar Ikuti Watch Party JapaneseGP di Mataram

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:20

BIZAM Siapkan 320 Personel Sambut MotoGP Mandalika, Terminal Dihiasi Nuansa Balap dan Budaya Lombok

Minggu, 4 Oktober 2026 - 02:06

ITDC Gandeng Travel dan Maskapai, Paket Nonton MotoGP Mandalika Mulai Rp7 Juta

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:16

Tinggal Hitungan Hari, Kaos Bergambar Pembalap Moto3 Asal Indonesia Diburu Pembeli

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:29

Jelang MotoGP 2026, Bupati Lombok Tengah Imbau Pengelola Destinasi Tingkatkan Pelayanan Wisatawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:58

Pertamina GP of Indonesia 2026 Makin Spektakuler, Deretan Musisi Top Siap Guncang Mandalika

Kamis, 1 Oktober 2026 - 03:55

InJourney: MotoGP Mandalika Jadi Penggerak Ekonomi dan Pengembangan Destinasi

Senin, 28 September 2026 - 06:04

The Mandalika Bersiap Sambut MotoGP, ITDC dan Polda NTB Matangkan Pengamanan

Berita Terbaru