Ketikjari.com– Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok terus mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan melalui kegiatan International Sustainable Tourism & Travel Week (ISTTW) 2026 yang resmi dibuka pada Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan yang digagas mahasiswa Program Studi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) ini menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi, memperluas jejaring profesional, serta mendorong inovasi di sektor pariwisata.
ISTTW 2026 menghadirkan tiga agenda utama, yakni CONVETO (Conference of Travel and Tourism), TABEX (Table Top and Travel Exhibition), dan FAMOUS (Familiarization Trip of Sustainable). Ketiganya dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran langsung kepada mahasiswa sekaligus membuka ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri pariwisata.
Direktur Politeknik Pariwisata Lombok, Dr. Ali Muhtasom,menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Program Studi UPW dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, ISTTW 2026 bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan ruang pembelajaran, kolaborasi, dan inovasi bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan industri pariwisata yang semakin dinamis.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu membangun jejaring profesional, meningkatkan kompetensi, serta mengembangkan gagasan kreatif yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Pengembangan pariwisata saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Pariwisata juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan, pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta pelestarian budaya dan kearifan lokal,” demikian pesan yang ditekankan dalam sambutan Direktur Poltekpar Lombok.
Ia menilai, keberlanjutan merupakan salah satu aspek penting dalam membangun sektor pariwisata yang berdaya saing dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Karena itu, pelaksanaan ISTTW 2026 diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya pengelolaan destinasi wisata secara bertanggung jawab, sekaligus memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dengan para pelaku industri.
Tiga agenda utama yang dihadirkan dalam ISTTW 2026 memiliki fokus dan manfaat masing-masing.
CONVETO menjadi forum konferensi untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta memperluas wawasan mengenai perkembangan dunia perjalanan dan pariwisata. Melalui forum ini, peserta diharapkan memperoleh perspektif baru tentang tantangan dan peluang pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Selanjutnya, TABEX menjadi ruang promosi melalui pameran dan pertemuan bisnis pariwisata. Agenda ini diharapkan dapat mempertemukan berbagai pihak, memperluas jaringan kerja sama, serta membuka peluang bisnis di sektor perjalanan dan pariwisata.
Sementara itu, FAMOUS atau Familiarization Trip of Sustainable memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih dekat potensi destinasi wisata serta memahami praktik pengembangan pariwisata berkelanjutan di lapangan.
Melalui ketiga agenda tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga berkesempatan mengimplementasikan keterampilan sesuai kompetensi yang dipelajari di Program Studi Usaha Perjalanan Wisata.
Direktur juga menekankan pentingnya pendidikan vokasi yang mampu menjawab kebutuhan industri. Lulusan perguruan tinggi pariwisata, menurutnya, harus memiliki keterampilan profesional, karakter yang kuat, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Mahasiswa juga didorong agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan peluang usaha dan menjadi wirausahawan muda di bidang pariwisata.
“Mahasiswa harus memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, membangun relasi, mengembangkan ide, dan memperluas wawasan. Jadikan ISTTW 2026 sebagai langkah nyata untuk mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia pariwisata yang unggul dan berdaya saing internasional,” menjadi pesan penting dalam kegiatan tersebut.
Penyelenggaraan ISTTW 2026 sekaligus mempertegas peran mahasiswa sebagai bagian penting dalam mendorong transformasi sektor pariwisata. Dengan menggabungkan pembelajaran akademik, promosi destinasi, dan jejaring bisnis, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan gagasan serta peluang kerja sama yang berdampak positif bagi pengembangan pariwisata daerah.
Politeknik Pariwisata Lombok berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi mahasiswa, dunia pendidikan, pelaku industri, dan masyarakat.
Mau Kuliah, Cepat Kerja, dan Berwirausaha? #DiPoltekparLombokAja.

















